trailerrentalsbyowners – Operasi pencarian korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, resmi dihentikan pada Selasa, 25 November 2025, setelah berlangsung selama sepuluh hari. BNPB menyatakan keputusan itu diambil melalui evaluasi menyeluruh bersama seluruh unsur SAR yang terlibat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penghentian operasi menjadi pilihan berat bagi seluruh tim dan keluarga korban yang masih menunggu kejelasan nasib orang terdekat mereka.
Pada hari terakhir pencarian, tim gabungan menemukan lima jenazah tambahan yang langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk diidentifikasi. Dengan temuan tersebut, total korban meninggal mencapai 17 orang, termasuk dua potongan tubuh manusia. Abdul Muhari menjelaskan bahwa tim SAR telah menggunakan seluruh metode pencarian yang tersedia selama operasi berlangsung.
“Baca Juga: Kasus Proyek RSUD Koltim, KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru”
Meski upaya maksimal telah dilakukan, sebanyak 11 korban masih belum ditemukan. Abdul Muhari menegaskan bahwa kondisi di lokasi longsor sangat menyulitkan tim, terutama karena ketebalan material longsoran dan cuaca yang tidak menentu. Ia mengatakan bahwa seluruh unsur SAR bekerja tanpa henti untuk memberi hasil terbaik bagi keluarga korban.
Selain korban jiwa, bencana longsor ini juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Sebanyak 1.019 jiwa dari 343 kepala keluarga harus mengungsi ke lima titik pengungsian dan rumah warga. Pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kerugian Material Longsor Banjarnegara Capai Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum
Bencana longsor di Desa Pandanarum menyebabkan kerusakan material yang sangat besar. BNPB mencatat 206 rumah roboh bersama dua masjid dan satu musala yang ikut terdampak. Jalur antar desa sepanjang 800 meter juga tertutup material longsoran sehingga aktivitas warga terhambat. Selain itu, saluran irigasi sepanjang 670 meter rusak dan menutup aliran air ke persawahan warga. Kerugian lain mencakup lima sapi, 125 kambing, tiga warung sembako, sebelas warung biasa, serta 24 kolam ikan milik warga. Abdul Muhari menegaskan bahwa data ini masih dapat bertambah seiring pemutakhiran lapangan.
Ia memastikan bahwa meskipun operasi SAR telah ditutup, dukungan bagi warga tetap berlanjut. BNPB akan terus memberikan pendampingan psikososial bagi seluruh penyintas. Lembaga itu juga memastikan pemenuhan hak keluarga korban yang belum ditemukan melalui bantuan administratif dan pelayanan khusus. Abdul Muhari menyatakan komitmen pemerintah untuk mendampingi warga hingga seluruh kebutuhan dasar mereka pulih.
“Baca Juga: Kejagung Melelang Kapal MT Arman 114 dan 1,2 Juta Barel”
BNPB Siapkan 50 Huntara dan Rencana Huntap untuk Korban Longsor
BNPB segera merampungkan pembangunan 50 hunian sementara atau huntara sebagai tahap awal penanganan pemulihan. Unit-unit tersebut ditargetkan selesai sebelum akhir Desember agar para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal layak. Pembangunan hunian tetap atau huntap juga masuk dalam rencana jangka menengah pemerintah daerah.
Selain pembangunan hunian, penyaluran santunan bagi keluarga korban juga menjadi prioritas. Dinas Sosial memastikan bantuan akan diberikan sesuai ketentuan pemerintah. Abdul Muhari menegaskan bahwa seluruh mekanisme bantuan dilakukan agar warga terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan yang lebih stabil. Pemerintah memastikan proses pemulihan berjalan terpadu dan berkelanjutan untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Pandanarum.




Leave a Reply