trailerrentalsbyowners – Lamek Taplo Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dikenal sebagai salah satu yang paling aktif dan radikal di wilayah Papua Pegunungan. Lamek yang menjabat sebagai Panglima Kodap XV Ngalum Kupel akhirnya tewas terkena serangan drone bersama tiga anak buahnya di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Serangan tersebut menjadi bagian dari operasi keamanan yang digelar untuk menindak kelompok bersenjata yang kerap melakukan kekerasan terhadap aparat dan masyarakat. Lamek Taplo dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi teror sejak 2020.
Menurut catatan Okezone, kelompok ini pernah terlibat baku tembak di Desa Kiwirok yang menewaskan satu personel Satgas Nemangkawi, Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio. Aksi tersebut menambah daftar panjang serangan KKB di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.
“Baca Juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Scam di Kamboja, 4 Ditahan Polisi”
“Asintelter Koops Swasembada Papua, Letkol Inf M. Renaldy**, menyebut Lamek sebagai pimpinan OPM paling aktif dan radikal di Pegunungan Bintang,” tulis keterangan resmi yang diterima pada Selasa (21/10/2025).
Selama lima tahun terakhir, kelompok Lamek Taplo diketahui melakukan berbagai serangan bersenjata, pembakaran fasilitas umum, serta penyerangan terhadap aparat keamanan di sejumlah distrik.
Kematian Lamek dan para pengikutnya disebut menjadi pukulan besar bagi jaringan KKB di wilayah pegunungan. Aparat berharap situasi keamanan di Papua dapat berangsur membaik pasca-operasi ini, dan masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas tanpa rasa takut akibat ancaman kelompok bersenjata
Rekam Jejak Brutal KKB Lamek Taplo di Pegunungan Bintang
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Alipky Taplo memiliki catatan panjang aksi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan. Kelompok ini dikenal sering menyerang aparat dan warga sipil tanpa pandang bulu.
Menurut laporan Koops Swasembada Papua, kelompok Lamek Taplo melakukan berbagai serangan brutal selama beberapa tahun terakhir. Mereka menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua pada 2 Maret 2020, kemudian merampas senjata dari Pospol Subsektor Oksamol pada 28 Mei 2021. Tidak berhenti di situ, mereka juga menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, serta membunuh tenaga kesehatan pada 13 September 2021.
Aksi kekerasan itu menunjukkan pola operasi kelompok yang terencana dan bersenjata lengkap. Aparat menilai tindakan tersebut bertujuan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
“Baca Juga: BLTS Cair Senin! 35 Juta Keluarga Siap Terima Bantuan Tunai”
Tewasnya Lamek Taplo Jadi Pukulan Telak bagi Jaringan OPM
Kematian Lamek Alipky Taplo dalam operasi militer terbaru disebut sebagai pukulan besar bagi struktur Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Bintang.
“Asintelter Koops Swasembada Papua, Letkol Inf M. Renaldy**, menyatakan bahwa tewasnya Lamek merupakan bukti nyata komitmen TNI menjaga stabilitas keamanan di Papua. “Tewasnya Lamek Taplo merupakan pukulan telak bagi struktur OPM di wilayah Pegunungan Bintang dan menunjukkan tindakan nyata TNI dalam menjamin keamanan masyarakat,” ujarnya.
Renaldy menegaskan bahwa Koops Swasembada akan terus melaksanakan operasi terukur dan berkelanjutan untuk menciptakan Papua yang aman dan damai. Pemerintah berharap keberhasilan operasi ini dapat mengurangi aktivitas kekerasan bersenjata dan mengembalikan rasa aman bagi warga di wilayah konflik.




Leave a Reply