trailerrentalsbyowners – Embung Lapangan Merah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 9 Desember 2025. Ia menyatakan bahwa embung seluas hampir 5.000 meter persegi itu mampu mengurangi potensi banjir di tiga RW yang selama ini kerap terdampak genangan. Pramono membuka peresmian dengan menyampaikan kalimat resmi dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di wilayah selatan Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa embung tersebut dirancang sebagai sistem pengendali banjir untuk menampung limpasan air hujan dari kawasan padat permukiman. Ia menyebut bahwa persoalan banjir di Jagakarsa dapat berkurang karena kapasitas tampung embung dinilai memadai. Embung Lapangan Merah juga memberikan manfaat bagi wilayah Depok karena lokasinya berada di perbatasan dekat Universitas Indonesia dan akses menuju Kota Depok.
“Baca Juga: BMKG Mendeteksi Potensi Siklon Tropis Jelang Nataru 2026”
Ia menambahkan bahwa embung ini tidak hanya berfungsi menahan debit air, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir tahunan. Pramono menegaskan bahwa pemerintah akan melanjutkan pembangunan ruang air serupa di titik-titik rawan genangan lainnya. Embung Lapangan Merah diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan air yang efektif dan kolaboratif di wilayah perbatasan Jakarta dan Depok.
Embung Seluas 4.900 Meter Persegi Diklaim Kurangi Banjir Hingga 50 Persen
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa Embung Lapangan Merah memiliki luas sekitar 4.900 meter persegi dan catchment area mencapai 87 hektare. Ia menegaskan bahwa embung ini mampu mengurangi banjir di Kecamatan Jagakarsa hingga 35–50 persen. Pramono menambahkan bahwa dampak positif embung juga dirasakan wilayah Depok karena lokasi proyek berada di perbatasan Jakarta Selatan dan Depok. Ia menegaskan bahwa embung tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman banjir tahunan.
Pramono mengungkapkan bahwa sebelum embung dibangun, tiga RW di Jagakarsa rutin terdampak genangan, yaitu RW 15, 16, dan 18. Ia menyebut bahwa pembangunan embung dilakukan untuk mengurangi intensitas banjir di tiga wilayah tersebut. Ia menilai bahwa penurunan genangan kini terjadi secara signifikan setelah embung mulai berfungsi. Pramono menekankan bahwa efektivitas embung memperlihatkan dampak nyata dari pembangunan ruang air sebagai infrastruktur pengendali banjir.
“Baca Juga: DPR Sahkan UU Baru, Puan Minta Reformasi KUHAP Dipercepat”
Warga Diimbau Ikut Menjaga Embung Lapangan Merah Agar Tetap Optimal
Pramono mengajak warga Jagakarsa untuk ikut menjaga Embung Lapangan Merah agar fungsi pengendalian banjir tetap optimal. Ia menyampaikan bahwa kemampuan embung dalam menampung limpasan air sangat bergantung pada kebersihan dan perawatannya. Ia mengingatkan bahwa keberadaan embung memiliki nilai strategis karena berada dekat Universitas Indonesia dan Kota Depok. Pramono menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan embung dalam jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan embung ini terus memberi manfaat besar bagi wilayah sekitarnya. Pramono berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas publik tersebut seperti menjaga lingkungan mereka sendiri. Ia menutup dengan menekankan bahwa peran embung sangat penting bagi pengendalian banjir di Jakarta Selatan dan wilayah perbatasan Depok.




Leave a Reply