Banjir Luapan Kali Cikarang Rendam 7 Kecamatan Bekasi

Banjir Luapan Kali Cikarang Rendam 7 Kecamatan Bekasi

trailerrentalsbyowners Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 3.548 warga terdampak banjir akibat luapan Kali Cikarang, curah hujan tinggi, dan kiriman air dari wilayah hulu sejak Jumat (31/10/2025) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa banjir melanda tujuh kecamatan dan merendam sedikitnya 1.304 rumah dari 1.377 kepala keluarga (KK). Ia menyebutkan dua kecamatan, Serang Baru dan Cikarang Selatan, kini mulai surut meski masih terdapat beberapa titik genangan.

Kecamatan Sukatani menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Ketinggian air di daerah ini mencapai 140 sentimeter, sedangkan di wilayah lain berkisar antara 20 hingga 80 sentimeter. Sebanyak 140 rumah di Sukatani terendam air dengan 815 jiwa dari 210 KK terdampak langsung.

“Baca Juga: Longsor sepanjang 100 Meter Tutup Jalur Tulungagung-Trenggalek”

Petugas gabungan bersama relawan telah mendirikan tenda pengungsian di sejumlah titik banjir untuk mempercepat evakuasi dan memastikan keselamatan warga. BPBD juga terus memantau kondisi debit air dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan lanjutan.

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kami tetap bersiaga bersama relawan untuk mengantisipasi potensi hujan susulan,” ujar Muchlis. Sebagian warga masih memilih bertahan di sekitar rumah mereka sambil meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di bantaran Kali Cikarang.

Banjir kali ini menjadi peringatan penting bagi warga Bekasi untuk terus menjaga kebersihan saluran air dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal November ini.

Banjir Meluas di Tujuh Kecamatan Bekasi, Warga Diminta Tetap Waspada

Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Bekasi, meliputi Serang Baru, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Sukatani, Karangbahagia, dan Cibitung. Genangan terjadi akibat luapan Kali Cikarang, curah hujan tinggi, serta kiriman air dari wilayah hulu yang meningkatkan debit air secara signifikan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan warga dinilai penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan untuk memantau ketinggian air serta menyediakan jalur evakuasi bagi warga terdampak. Upaya ini dilakukan agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan efisien bila terjadi hujan susulan.

“Baca Juga: Konflik ADOR vs NewJeans, Pengadilan Tegaskan Kontrak Sah”


BPBD Bekasi Siagakan Pompa, Tenda Pengungsi, dan Distribusi Bantuan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa sejumlah langkah cepat telah diambil untuk menangani dampak banjir. Pihaknya mengirimkan pompa air ke Perumahan Arthera Hill Serang Baru guna mempercepat penyedotan genangan air.

Selain itu, tenda pengungsi dan pos evakuasi telah disiapkan di beberapa titik rawan, termasuk Cikarang Utara, Cikarang Barat, dan Sukatani. Tim BPBD juga melakukan patroli rutin untuk memastikan kondisi warga tetap aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Bantuan logistik sudah kami distribusikan ke lokasi terdampak, dan petugas masih siaga di lapangan,” ujar Dodi. Ia menambahkan, selain faktor cuaca dan kiriman air, saluran drainase yang kurang memadai di beberapa wilayah turut memperparah genangan air yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *