Prabowo Pimpin Ratas Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kekeringan
Pemerintah Bahas Ancaman El Nino dan Dampaknya terhadap Ketahanan Air
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, untuk membahas langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kekeringan.
Rapat tersebut membahas berbagai risiko yang dapat muncul akibat perubahan kondisi iklim, mulai dari keterbatasan pasokan air, ancaman terhadap sektor pertanian, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejumlah pejabat hadir dalam rapat terbatas itu, termasuk Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
baca juga: Menteri HAM Wanti-Wanti Warga Tak Main Main Hakim Sendiri
Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut mengikuti pembahasan tersebut.
El Nino Diprediksi Datang Lebih Cepat, Pemerintah Siapkan Mitigasi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa salah satu perhatian utama dalam rapat adalah potensi datangnya fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan.
Menurut dia, siklus El Nino yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada 2027 berpotensi berlangsung lebih cepat berdasarkan prediksi BMKG. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi ketersediaan air dan produktivitas pertanian.
“Siklus El Nino itu terjadi empat tahunan, dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya tahun depan 2027. Tetapi prediksi BMKG, El Nino akan terjadi lebih cepat,” kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah juga memperhatikan potensi peningkatan kejadian karhutla akibat kondisi lahan yang lebih kering. Upaya pencegahan menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
BRIN Siapkan Teknologi Ketahanan Air untuk Hadapi Kekeringan
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya mendapatkan arahan untuk menyiapkan inovasi teknologi yang dapat memperkuat ketahanan air di berbagai daerah.
Menurut dia, penguatan sistem pengelolaan air menjadi kebutuhan penting agar sektor pertanian tetap berjalan dan masyarakat tetap memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Karena El Nino, yang diperlukan bagaimana supaya pertanian tetap aman dan juga untuk kehidupan sehari-hari juga aman,” ujar Arif Satria.
Pengembangan teknologi ketahanan air menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Langkah tersebut mencakup dukungan terhadap pengelolaan sumber daya air, peningkatan kemampuan prediksi cuaca, serta penguatan sistem mitigasi bencana.
Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Pengamanan Waduk
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian dalam rapat terbatas tersebut, yakni ancaman kekurangan air serta risiko karhutla.
Ia mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan BMKG dan lembaga terkait untuk menjaga ketersediaan air, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
“Kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga cadangan air di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi cuaca dan melakukan tindakan pencegahan sesuai perkembangan situasi.
Antisipasi Cuaca Ekstrem Jadi Prioritas Pemerintah
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo menunjukkan fokus pemerintah dalam menghadapi tantangan iklim yang berpotensi berdampak luas terhadap masyarakat.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berupaya memastikan sektor pertanian, kebutuhan air masyarakat, serta perlindungan lingkungan tetap berjalan meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan kekeringan.
Ke depan, penguatan sistem peringatan dini, pengelolaan sumber daya air, serta inovasi teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan ketahanan nasional menghadapi perubahan iklim.
baca juga: Presiden tandatangani Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional




Leave a Reply