trailerrentalsbyowners – Istana Jelaskan alasan di balik belum diumumkannya struktur Komite Reformasi Polri oleh Istana. Ia menegaskan bahwa tim sebenarnya telah siap diperkenalkan ke publik, namun pengumuman tertunda karena kendala jadwal dari sejumlah anggota yang telah ditunjuk.
“Tinggal diumumkan sebenarnya. Cuma beberapa kali jadwal yang dipilih, ada beberapa anggota yang berhalangan hadir,” ujar Prasetyo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).
Komite Reformasi Polri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat institusi kepolisian melalui langkah reformasi struktural dan manajerial. Komite ini disebut terdiri dari sembilan tokoh lintas bidang, mulai dari kalangan hukum, kepolisian, hingga profesional independen.
“Presiden sudah menetapkan sembilan nama yang akan masuk dalam komite, dan semuanya tokoh kredibel di bidangnya,” tambah Prasetyo.
“Baca Juga: Purbaya Akui Tantangan Berat Setelah Sebulan Jadi Menkeu”
Beberapa nama yang disebut-sebut akan bergabung di antaranya mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie. Keduanya dinilai memiliki pengalaman dan integritas tinggi dalam mendorong tata kelola institusi penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.
Prasetyo memastikan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah seluruh anggota dapat hadir lengkap. Ia juga menekankan pentingnya komite ini sebagai bagian dari agenda besar reformasi kelembagaan di era pemerintahan Presiden Prabowo.
“Ini bukan sekadar simbol. Komite ini akan punya mandat jelas untuk memperkuat profesionalisme dan integritas Polri,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi tonggak awal reformasi Polri yang lebih adaptif, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Istana Jelaskan Alasan Sembilan Tokoh Siap Masuk Komite Reformasi Polri, Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden
Ia menegaskan bahwa para anggota yang tergabung dalam komite tersebut merupakan figur berpengalaman dan memiliki integritas tinggi. Tujuan utama pembentukan komite ini, kata Prasetyo, adalah untuk memperkuat tata kelola, profesionalisme, dan akuntabilitas di tubuh kepolisian.
“Sudah ada nama-namanya, tinggal menunggu diumumkan. Nanti Presiden sendiri yang akan menyampaikan secara resmi,” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah menyebut bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri menjadi bagian penting dari agenda reformasi kelembagaan di sektor penegakan hukum. Komite ini akan bertugas memberikan rekomendasi strategis untuk memperbaiki struktur organisasi, sistem pengawasan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
“Baca Juga: Bitcoin Sentuh Rekor Baru, Tembus Rp2,1 Miliar”
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun institusi kepolisian yang lebih transparan, responsif, dan adaptif terhadap tantangan keamanan modern.
Prasetyo menyampaikan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah semua anggota siap hadir. “Kami ingin ketika diumumkan, seluruhnya bisa hadir lengkap. Ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah strategis bagi reformasi Polri,” tegasnya.
Dengan terbentuknya komite ini, pemerintah berharap reformasi Polri bisa berjalan menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya di tataran struktural, tetapi juga pada budaya kerja dan integritas personel.




Leave a Reply