trailerrentalsbyowners – Timnas futsal U-16 Indonesia kini mengalihkan fokus penuh menuju pertandingan kedua Kejuaraan Futsal ASEAN U-16 2025 melawan Vietnam, setelah membuka turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Myanmar di Nonthaburi Hall, Thailand, Selasa. Kemenangan tersebut menjadi modal penting, namun pelatih Reka Cahya Punthoadi menilai masih banyak aspek permainan yang perlu ditingkatkan sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Dalam laga pembuka, Indonesia sempat mengalami kesulitan pada 10 menit awal babak pertama. Menurut Reka, para pemain membutuhkan waktu untuk menyesuaikan ritme permainan dan menjalankan instruksi taktis dengan baik. Setelah melewati fase tersebut, performa tim mulai meningkat dan penguasaan bola menjadi lebih stabil. Kondisi tersebut berlanjut di babak kedua, ketika para pemain tampil lebih percaya diri dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Reka mengakui bahwa laga melawan Myanmar memberikan banyak pelajaran bagi skuad mudanya. “Di 10 menit babak pertama kita sedikit kesusahan untuk bermain seperti yang kita inginkan. Tapi terlepas itu, 10 menit babak pertama kemudian, dan di babak kedua. Para pemain sudah bisa menjalankan instruksi dari pelatih dan berjalan lebih baik,” ujarnya dalam rekaman audio yang diterima . Ia menegaskan bahwa evaluasi dari laga pertama akan langsung diterapkan untuk memperkuat kelemahan tim. Terutama dalam transisi bertahan dan pengambilan keputusan cepat di area lawan.
Pelatih kelahiran Blitar itu juga menekankan pentingnya peningkatan kerja keras seluruh pemain sebelum bentrok dengan Vietnam pada Rabu (24/12). Ia berharap para pemain dapat tampil lebih solid dan konsisten sejak menit awal. Agar tidak mengulangi kesalahan yang terjadi di pertandingan pembuka. Vietnam sendiri dikenal memiliki intensitas tinggi dan gaya bermain agresif, sehingga konsentrasi dan keberanian para pemain Indonesia akan menjadi kunci dalam pertandingan.
Menjelang laga kedua, atmosfer di skuad Indonesia tetap positif. Para pemain disebut memiliki semangat tinggi setelah meraih kemenangan perdana, namun tetap sadar bahwa tantangan di depan semakin berat. Reka menegaskan pentingnya menjaga mental bertanding, disiplin, dan fokus terhadap instruksi taktik agar Indonesia dapat meraih hasil maksimal. “Untuk ke depannya saya harap buat pemain dan semuanya kita bisa kerja keras lagi dan mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya.
Pertandingan melawan Vietnam akan menjadi salah satu penentu langkah Indonesia di fase grup, mengingat persaingan ketat di Kejuaraan Futsal ASEAN U-16 2025. Jika mampu meraih hasil positif, peluang Indonesia menuju babak semifinal akan semakin terbuka. Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan evaluasi yang segera dilakukan, tim asuhan Reka Cahya Punthoadi bertekad menunjukkan permainan terbaik untuk mengamankan kemenangan kedua secara beruntun.
“Baca juga : Pemkab Bogor Ubah Jam Sekolah: Senin-Jumat Saja”
HETSON MESSI SIRAIT TEKANKAN KONSISTENSI TIMNAS FUTSAL U-16 JELANG DUEL PENTING KONTRA VIETNAM
Pemain timnas futsal U-16 Indonesia, Hetson Messi Sirait, menegaskan bahwa skuad Garuda Muda tidak ingin berpuas diri meski berhasil membuka Kejuaraan Futsal ASEAN U-16 2025 dengan kemenangan 4-2 atas Myanmar. Dalam kesempatan yang sama usai laga pembuka, Hetson menyatakan bahwa fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada pertandingan kedua melawan Vietnam.
Hetson, yang turun sebagai starter, mengatakan bahwa kemenangan perdana menjadi dorongan moral penting, namun bukan alasan untuk bersantai. Ia menyampaikan bahwa seluruh pemain memahami pentingnya menjaga konsistensi performa di turnamen yang memiliki jadwal padat dan persaingan ketat. “Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Kemenangan melawan Myanmar memang penting, tapi kami masih harus bekerja keras untuk laga berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, Hetson menegaskan bahwa skuad Indonesia menargetkan tiga poin saat menghadapi Vietnam pada Rabu (24/12). Menurutnya, kemenangan kedua akan sangat krusial untuk memastikan posisi pertama atau kedua di babak penyisihan. Posisi tersebut menjadi syarat utama untuk bisa tampil pada laga perebutan gelar juara yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/12). Ia menambahkan bahwa motivasi tim semakin kuat karena peluang menuju partai puncak terbuka lebar, asalkan para pemain mampu menjaga fokus dan disiplin taktis.
Hetson juga sependapat dengan pelatih Reka Cahya Punthoadi mengenai evaluasi laga pertama. Ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama pada fase awal pertandingan ketika Myanmar berhasil memberi tekanan. Perbaikan-perbaikan tersebut, ujar Hetson, menjadi pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan sebelum bertemu Vietnam, yang dikenal memiliki kecepatan permainan dan intensitas tinggi.
Dengan semangat yang masih menyala usai kemenangan pembuka, Indonesia menatap laga kedua dengan keyakinan. Hetson menyebut bahwa seluruh pemain memiliki rasa percaya diri yang tinggi, namun tetap menjaga kewaspadaan. Ia berharap performa tim dapat semakin matang dari pertandingan ke pertandingan, sehingga target lolos ke final dan bersaing memperebutkan gelar juara dapat terwujud.
“Baca juga : Idhul Adha Pesta Kambing? Waspadai Risiko Kesehatan Ini Dulu”




Leave a Reply