trailerrentalsbyowners -Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, gagal melanjutkan tren positif mereka atas pasangan Taiwan, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee, di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis (BAC) 2026. Mereka tersingkir pada babak 16 besar setelah melalui pertandingan ketat tiga gim.
Pertandingan berlangsung di Ningbo Olympic Arena, Ningbo, pada Kamis. Sabar/Reza kalah melalui rubber gim dengan skor 14-21, 21-18, dan 15-21. Duel ini menunjukkan persaingan sengit sejak awal hingga akhir laga.
Pada gim pertama, pasangan Indonesia kesulitan mengimbangi ritme cepat lawan. Duo Fang tampil agresif dan mampu menekan sejak awal. Sabar/Reza mencoba bangkit pada gim kedua dengan permainan lebih variatif dan berhasil menyamakan kedudukan.
Memasuki gim penentuan, kedua pasangan saling kejar poin. Namun, konsistensi dan ketahanan permainan pasangan Taiwan menjadi pembeda. Sabar/Reza kehilangan momentum di poin-poin krusial dan harus mengakui keunggulan lawan.
Sabar mengungkapkan bahwa mereka tetap bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik. Ia menegaskan pasangan Indonesia sudah memberikan usaha maksimal di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pascalaga dari PBSI.
Baca juga:“Jadwal Super League Pekan 27: Bisakah Persija Bangkit dan Persib Jaga Tren?”
Pertahanan Kuat Duo Fang Usai Kekalahan di BAC 2026
Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, mengakui keunggulan pasangan Taiwan setelah tersingkir di babak 16 besar Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2026. Kekalahan ini terjadi setelah pertandingan ketat melawan Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee.
Laga berlangsung di Ningbo Olympic Arena, Kamis. Sabar/Reza kalah melalui tiga gim dengan skor 14-21, 21-18, dan 15-21. Pertandingan berjalan sengit dengan reli panjang dan tempo tinggi sejak awal gim pertama.
Pada gim pembuka, pasangan Indonesia kesulitan menembus pertahanan lawan. Duo Fang tampil solid dan minim kesalahan. Sabar/Reza sempat bangkit di gim kedua dengan variasi serangan lebih efektif.
Memasuki gim penentuan, pertandingan berlangsung seimbang. Kedua pasangan saling menekan untuk merebut keunggulan. Namun, ketahanan pertahanan pasangan Taiwan menjadi faktor kunci kemenangan mereka.
Sabar menilai lawan memiliki pola permainan yang sulit diantisipasi. Ia menyebut pasangan Taiwan sangat kuat dalam bertahan dan sulit dimatikan. Menurutnya, duel yang sering terjadi membuat pertandingan semakin ketat.
“Lawan tidak mudah dimatikan. Dari bola bawah dan defence mereka juga tahan. Mungkin karena sering bertemu, jadi tidak mudah dilawan,” ujar Sabar dalam keterangan resmi pascalaga.
Secara statistik, kedua pasangan memiliki rekor pertemuan yang seimbang dalam beberapa laga terakhir. Sabar/Reza sebelumnya sempat menang di Australia Open 2025. Namun, hasil di BAC 2026 kembali memperlihatkan persaingan yang ketat.
Reza Evaluasi Fokus dan Daya Tahan Usai Kekalahan Sabar/Reza di BAC 2026
Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, melakukan evaluasi menyeluruh setelah tersingkir di babak 16 besar Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2026. Kekalahan dari pasangan Taiwan, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee, menjadi pelajaran penting bagi keduanya.
Pertandingan berlangsung di Ningbo Olympic Arena dengan skor 14-21, 21-18, dan 15-21. Duel berjalan ketat hingga gim ketiga, namun pasangan Indonesia gagal menjaga konsistensi permainan pada momen krusial.
Pada gim penentuan, Sabar/Reza sempat mengimbangi permainan lawan. Namun, mereka kehilangan ritme saat memasuki poin-poin akhir. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Taiwan untuk mengunci kemenangan.
Reza mengakui bahwa dirinya bermain terlalu terburu-buru di gim ketiga. Ia menilai hal tersebut membuat pola permainan menjadi kurang terkontrol. Akibatnya, beberapa kesalahan terjadi pada momen penting.
“Evaluasi kami ke depannya, harus ditingkatkan lagi daya tahan dan fokus di poin akhir. Kami banyak lengah di sana,” ujar Reza dalam keterangan resmi pascalaga.
Selain faktor fokus, daya tahan fisik juga menjadi perhatian utama. Pertandingan dengan intensitas tinggi menuntut kesiapan stamina yang lebih baik. Hal ini menjadi evaluasi penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Dalam beberapa pertemuan terakhir, kedua pasangan menunjukkan persaingan yang seimbang. Sabar/Reza sebelumnya sempat meraih kemenangan di Australia Open 2025. Namun, hasil di BAC 2026 menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi tantangan.
Baca juga:“Albagir Gak Peduli Soal Gelar Individu di ASEAN Futsal 2026”




Leave a Reply