trailerrentalsbyowners – PSIM Yogyakarta resmi memensiunkan nomor punggung 91 sebagai bentuk penghormatan kepada Rafael de Sa Rodrigues, atau yang akrab disapa Rafinha. Keputusan ini diambil setelah sang striker memastikan hengkang dan melanjutkan karier bersama PSIS Semarang.
Manajemen PSIM menilai nomor punggung 91 memiliki nilai historis yang tidak terpisahkan dari perjalanan klub. Rafinha menjadi sosok kunci yang mengakhiri penantian panjang PSIM untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional setelah 18 tahun absen.
Melalui pernyataan resmi di media sosial, PSIM menegaskan bahwa keputusan memensiunkan nomor punggung tersebut bersifat permanen. Klub ingin memastikan kontribusi Rafinha dikenang sebagai bagian penting dari identitas dan sejarah PSIM.
Pada musim lalu, Rafinha tampil luar biasa dengan mencetak 20 gol dari 22 pertandingan di kompetisi Liga 2 Indonesia. Ketajamannya mengantar PSIM meraih gelar juara sekaligus promosi ke Liga 1 Indonesia.
Salah satu momen paling berkesan adalah gol Rafinha pada partai final melawan Bhayangkara Presisi FC. Gol tersebut membantu PSIM menang 2-1 dalam laga penentuan yang digelar di Stadion Manahan, Solo.
Kontribusi Rafinha tidak hanya tercermin dari statistik gol, tetapi juga dari perannya sebagai pemimpin di lapangan. Ia menjadi simbol kebangkitan PSIM dan memberikan harapan baru bagi pendukung setia Laskar Mataram.
Dengan memensiunkan nomor punggung 91, PSIM ingin menegaskan bahwa pencapaian Rafinha merupakan warisan klub. Ke depan, keputusan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa dedikasi dan prestasi luar biasa akan selalu mendapat tempat istimewa dalam sejarah PSIM Yogyakarta.
“Baca Juga : Indonesia Raih 15 Penghargaan Asia Property Awards 2025”
RAFINHA TINGGALKAN PSIM DEMI MENIT BERMAIN, PSIS JADI PILIHAN BARU
Penampilan impresif Rafael de Sa Rodrigues bersama PSIM Yogyakarta tidak berlanjut pada musim terbaru kompetisi kasta tertinggi yang kini bernama Super League Indonesia. Dari 15 pertandingan yang telah dijalani PSIM musim ini, Rafinha hanya tampil tiga kali dan seluruhnya sebagai pemain pengganti.
Situasi tersebut terjadi seiring perubahan strategi tim. Pelatih Jean-Paul van Gastel lebih memercayakan posisi penyerang utama kepada Nermin Haljeta. Haljeta tampil konsisten dengan catatan empat gol dan tiga assist, sehingga menjadi pilihan utama di lini depan Laskar Mataram.
Minimnya menit bermain membuat Rafinha mempertimbangkan masa depannya. Penyerang asal Brasil itu membutuhkan kesempatan tampil reguler agar tetap kompetitif. Setelah melalui diskusi internal, manajemen dan pemain sepakat mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Manajer PSIM Razzi Taruna menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara profesional. Ia menegaskan bahwa klub memahami kebutuhan pemain untuk mendapatkan jam terbang yang memadai demi menjaga performa.
Rafinha akhirnya memilih bergabung dengan PSIS Semarang, yang saat ini berlaga di Liga 2 Indonesia atau Championship. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tengah berada dalam situasi sulit setelah menghuni posisi juru kunci Grup B dengan raihan lima poin dari 13 pertandingan.
Manajemen PSIS berharap kehadiran Rafinha dapat memperkuat lini serang dan membantu tim keluar dari tekanan. Pengalaman dan naluri golnya dinilai penting untuk memperbaiki performa tim pada sisa kompetisi.
Kepergian Rafinha menandai fase baru bagi PSIM dan sang pemain. Bagi PSIM, fokus tetap pada konsistensi tim di Super League. Bagi Rafinha, langkah ke PSIS menjadi peluang untuk kembali menemukan ritme permainan dan kontribusi maksimal di lapangan.
RAFINHA PAMIT DARI YOGYAKARTA, TITIP PESAN UNTUK PSIM DI SUPER LEAGUE
Kepergian Rafael de Sa Rodrigues dari PSIM Yogyakarta tidak lepas dari muatan emosional yang kuat. Striker asal Brasil itu mengakui Yogyakarta telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier dan hidupnya. Ikatan dengan tim, suporter Laskar Mataram, serta atmosfer Kota Jogja membuat keputusan berpisah terasa berat.
Rafinha menyampaikan bahwa momen kebersamaan bersama PSIM menjadi pengalaman yang sulit tergantikan. Ia menggambarkan perasaannya bercampur antara kesedihan karena harus pergi dan kebahagiaan karena pernah menjadi bagian dari sejarah klub. Pernyataan itu menegaskan besarnya keterikatan emosional yang terbangun selama membela PSIM.
Meski tidak lagi berseragam biru kebanggaan Laskar Mataram, Rafinha tetap menunjukkan sikap profesional. Ia menegaskan dukungan penuh kepada mantan rekan setimnya agar terus menjaga konsistensi dan bersaing di papan atas Super League Indonesia. Baginya, PSIM layak diperhitungkan sebagai tim promosi yang mampu tampil kompetitif.
Secara klasemen, PSIM saat ini berada di posisi kelima dengan raihan 24 poin. Pencapaian tersebut menjadikan mereka tim promosi paling menonjol musim ini. Sebagai perbandingan, Bhayangkara Presisi Lampung FC menempati peringkat kesepuluh, sementara Persijap Jepara masih berjuang keluar dari zona degradasi di posisi ke-17.
Rafinha berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi tambahan bagi PSIM untuk terus berkembang. Ia berpesan agar seluruh pemain menjaga semangat juang, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kompetisi yang panjang.
Perpisahan ini menutup satu bab penting dalam perjalanan Rafinha bersama PSIM. Namun, pesan dan dukungannya menegaskan bahwa hubungan emosional dengan klub dan Kota Yogyakarta akan tetap hidup, meski kariernya kini berlanjut di tempat lain.
“Baca Juga : Satpol PP Kerahkan Personel Amankan Malam Tahun Baru”




Leave a Reply