- trailerrentalsbyowners – Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengungkapkan sembilan atlet akan bertanding di China. Mereka mengikuti World Climbing Asia Championship Meisan 2026. Ajang ini merupakan kualifikasi untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. “Jadi komposisinya ada atlet yang senior dan ada juga sebagian junior untuk masing-masing sektor,” kata Galar di Kota Bekasi, Kamis malam.
Tim terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Sektor putra diperkuat Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Aditya Tri Syahria. Sektor putri mengirimkan Rajiah Sallsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, serta Berthdigna Devi Surya Kusuma. Komposisi ini menggabungkan pengalaman dan energi muda.
Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin adalah atlet senior berprestasi. Mereka pernah meraih medali di berbagai kejuaraan dunia. Rajiah Sallsabillah juga menjadi andalan di sektor putri. Atlet-atlet junior mendapat kesempatan berharga untuk menguji kemampuan. Pengalaman bertanding di level Asia sangat penting bagi perkembangan mereka.
Galar menjelaskan persiapan tim berlangsung intensif di pelatnas Bekasi. Latihan fokus pada teknik start, akselerasi, dan konsistensi waktu. Target utama adalah meraih tiket ke Asian Games 2026. Setiap atlet harus menampilkan performa terbaiknya. Persaingan di ajang kualifikasi diprediksi sangat ketat.
World Climbing Asia Championship Meisan 2026 menjadi pintu menuju Asian Games. Indonesia berambisi meloloskan atlet sebanyak mungkin. Tim speed memiliki peluang besar karena prestasi internasional yang gemilang. Dukungan penuh diberikan kepada sembilan atlet yang berangkat. Semoga mereka membawa pulang tiket dan mengharumkan nama bangsa.
“Baca Juga : Jafar/Felisha Target Realistis di Kejuaraan Asia“
Target Lolos Asian Games: Tim Speed Indonesia Harus Tembus Delapan Besar di Kejuaraan Asia
Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro memasang target realistis di Kejuaraan Asia Meisan 2026. “Untuk bisa lolos, minimal bisa masuk delapan besar, baik untuk sektor putra maupun putri,” ujar Galar di Kota Bekasi, Kamis malam. Ajang ini menjadi kualifikasi untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Galar menargetkan minimal masing-masing dua atlet putra dan putri mengamankan tiket.
Pembatasan kuota menjadi tantangan tersendiri bagi tim Indonesia. Setiap negara hanya dapat meloloskan maksimal dua atlet per nomor ke Asian Games. Galar menambahkan bahwa peluang tetap terbuka lebar meski ada pembatasan tersebut. Atlet Indonesia memiliki pengalaman dan prestasi internasional yang mumpuni. Fokus utama adalah tampil konsisten di babak penyisihan hingga delapan besar.
Sembilan atlet yang berangkat terdiri dari lima putra dan empat putri. Sektor putra diperkuat Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Aditya Tri Syahria. Sektor putri mengirimkan Rajiah Sallsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, serta Berthdigna Devi Surya Kusuma. Komposisi ini menggabungkan atlet senior dan junior.
Para atlet kini memasuki fase tapering atau pengurangan intensitas latihan. Fase ini bertujuan menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Pertandingan disiplin speed dijadwalkan pada 9 April. Penurunan volume latihan dilakukan agar atlet tidak kelelahan. Puncak performa diharapkan tercapai saat hari pertandingan.
Tim speed Indonesia berangkat ke China dengan persiapan matang. Mereka telah berlatih intensif di pelatnas Bekasi. Fokus latihan pada teknik start, akselerasi, dan konsistensi waktu. Dukungan penuh diberikan kepada sembilan atlet yang bertanding. Semoga target delapan besar dapat tercapai dan tiket Asian Games aman. Keberhasilan di ajang ini akan membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.
Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat Minggu Malam, 16 Atlet Siap Tempur di Kejuaraan Asia China
Tim panjat tebing Indonesia dijadwalkan berangkat pada Minggu (5/4) malam. Rombongan akan tiba di China pada pagi hari. Pelatih Galar Pandu Asmoro menjelaskan jadwal adaptasi atlet sebelum bertanding. “Tanggal 6 kami istirahat setelah melalui perjalanan panjang,” ujarnya di Kota Bekasi, Kamis malam. Tanggal 7, atlet mulai latihan di gymnasium arena pertandingan.
Tanggal 8, tim melakukan conditioning fisik untuk mempersiapkan tubuh. Keeseokan harinya, tepatnya tanggal 9 April, pertandingan disiplin speed dimulai. Jadwal ini memastikan atlet memiliki waktu pemulihan yang cukup. Adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan arena juga menjadi prioritas. Persiapan matang dilakukan agar performa maksimal di hari perlombaan.
Tim speed awalnya mendaftarkan 10 atlet untuk mengikuti kualifikasi. Namun Amanda Narda Mutia mengalami cedera selama proses persiapan. Amanda otomatis batal berangkat ke China. Sembilan atlet speed yang tersisa siap bertanding. Mereka terdiri dari lima putra dan empat putri.
Selain sembilan atlet speed, Federasi Panjat Tebing Indonesia juga memberangkatkan tujuh atlet nomor lead dan boulder. Total atlet yang dikirim ke Kejuaraan Asia Meisan 2026 berjumlah 16 orang. Mereka akan bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia. Target utama adalah meraih tiket ke Asian Games 2026.
Tim berangkat dengan optimisme tinggi setelah latihan intensif di pelatnas Bekasi. Fokus latihan pada teknik, kekuatan, dan konsistensi waktu. Dukungan penuh diberikan kepada seluruh atlet. Semoga Indonesia berhasil meloloskan banyak wakil ke Asian Games. Perjuangan berat menanti, namun tim siap memberikan yang terbaik.
“Baca Juga : 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tampil di Kualifikasi AG 2026″




Leave a Reply