trailerrentalsbyowners.com -Mantan juara dunia delapan divisi asal Filipina, Manny Pacquiao, memastikan perubahan jadwal pertarungannya tahun ini. Ia beralih dari rencana laga 24 Januari ke duel kelas welter melawan Ruslan Provodnikov pada 18 April di Las Vegas, Amerika Serikat. Keputusan ini menandai kembalinya Pacquiao ke panggung tinju internasional dengan target menghadirkan pertarungan kompetitif.
Pacquiao memilih tetap bertarung di kelas welter dengan batas 66,7 kilogram. Divisi ini menjadi salah satu kelas paling sukses dalam kariernya. Ia pernah merebut gelar dunia kelas welter dan menghadapi sejumlah nama besar di kategori tersebut. Las Vegas kembali dipilih karena kota itu menjadi lokasi bersejarah dalam banyak pertarungan pentingnya.
Dalam laporan The Ring yang dikutip di Jakarta, Pacquiao menegaskan komitmennya untuk tampil maksimal. “Saya kembali untuk memberi mereka pertarungan yang hebat dan saya siap,” ujar Pacquiao. Pernyataan itu menegaskan keseriusannya menjalani laga setelah sempat mempertimbangkan beberapa opsi lawan.
Baca juga:“McGregor Klaim Sudah Terima Tawaran Duel, Tinggal Teken Kontrak”
Provodnikov Digelar 10 Ronde Ekshibisi di Thomas and Mack Center
Manny Pacquiao dan Ruslan Provodnikov akan menjalani laga ekshibisi kelas welter 10 ronde di Thomas and Mack Center, Las Vegas. Promotor Indistry Media bersama Banner Promotions milik Arthur Pelullo telah mengumumkan pertarungan tersebut secara resmi. Duel ini menandai kembalinya Pacquiao ke arena Las Vegas dalam format non-gelar.
Panitia menetapkan laga berlangsung dalam batas kelas welter 66,7 kilogram. Format ekshibisi memungkinkan kedua petinju tampil kompetitif tanpa mempertaruhkan sabuk juara. Meski demikian, duel tetap diproyeksikan menarik perhatian penggemar tinju dunia. Nama besar Pacquiao dan gaya agresif Provodnikov menjadi daya tarik utama.
Thomas and Mack Center memiliki kapasitas lebih dari 18.000 penonton. Arena ini kerap menjadi tuan rumah ajang olahraga dan konser berskala internasional. Las Vegas juga dikenal sebagai ibu kota tinju dunia. Kota tersebut menjadi saksi sejumlah pertarungan besar sepanjang karier Pacquiao.
Pacquiao menyatakan dukungan publik Filipina selalu menjadi sumber motivasi utamanya. Ia merasa bangga setiap kali membawa nama negaranya di panggung internasional. Menurutnya, dukungan itu terus memberinya energi untuk tampil maksimal. Ia juga menyebut para penggemar global sebagai bagian penting dari perjalanan kariernya.
Duel Klasik 2013 hingga Gelar WBO Kelas Ringan Super
Ruslan Provodnikov membangun reputasinya melalui pertarungan keras dan penuh tekanan di level dunia. Petinju asal Rusia itu sempat pensiun pada usia 42 tahun setelah kalah dalam empat dari tujuh laga terakhirnya. Meski hasilnya tidak sepenuhnya konsisten, periode tersebut memperkuat citranya sebagai petarung agresif dan berani.
Namanya melejit setelah duel sengit melawan Timothy Bradley pada 2013. Pertarungan itu mendapat pengakuan luas sebagai Fight of the Year 2013. Provodnikov tampil menekan sejak ronde awal dan menjatuhkan Bradley. Namun, juri memenangkan Bradley melalui keputusan angka.
Meski kalah, performa tersebut meningkatkan nilai jual Provodnikov di panggung internasional. Ia kemudian merebut gelar juara dunia kelas ringan super versi World Boxing Organization pada tahun yang sama. Ia mengalahkan Mike Alvarado untuk memastikan sabuk WBO di kelas 63,5 kilogram.
Keberhasilan itu menjadi puncak kariernya di divisi ringan super. Namun, ia gagal mempertahankan gelar saat menghadapi Chris Algieri pada 2014. Algieri menang angka setelah mampu bertahan dari tekanan sepanjang pertarungan.
Pada tahun yang sama, Provodnikov mencatat kemenangan knockout atas Jose Luis Castillo. Kemenangan tersebut menegaskan reputasinya sebagai petinju dengan pukulan keras. Namun, konsistensi kembali menjadi tantangan dalam kariernya.
Pada 2015, ia menghadapi Lucas Matthy
Baca juga:“Ronda Rousey Kembali ke MMA Setelah 10 Tahun Absen”




Leave a Reply