Lamine Yamal Ukir Sejarah dengan Gelar Euro dan Piala Dunia Sebelum Usia 20 Tahun
Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu talenta terbesar sepak bola dunia. Pemain bernomor punggung 19 itu menorehkan sejarah setelah membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, sekaligus melengkapi koleksi gelar Euro yang telah diraihnya dua tahun sebelumnya.
Keberhasilan tersebut menjadikan Yamal sebagai remaja pertama dalam sejarah sepak bola yang mampu memenangkan dua turnamen internasional paling bergengsi, yakni Euro dan Piala Dunia, sebelum menginjak usia 20 tahun.
Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB. Ferran Torres menjadi pencetak gol kemenangan La Roja dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor pada partai final, kontribusi Yamal sepanjang turnamen tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Spanyol menuju gelar dunia kedua dalam sejarah mereka.
Rekor Bersejarah yang Belum Pernah Diraih Pemain Lain
Keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia membuat Lamine Yamal menciptakan pencapaian yang belum pernah diraih pemain mana pun.
Setelah menjadi juara Euro 2024 pada usia 17 tahun, kini ia melengkapi prestasinya dengan trofi Piala Dunia hanya dua tahun kemudian. Rentang waktu yang singkat tersebut membuat pencapaiannya semakin istimewa karena tidak ada pemain lain yang mampu menyatukan dua gelar mayor tersebut saat masih berstatus remaja.
Pada Euro 2024, Yamal tampil sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang turnamen. Penampilannya membawa Spanyol kembali menjadi penguasa Eropa dan mengantarkannya meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik.
Di Piala Dunia 2026, perannya memang berbeda. Ia tidak menjadi pencetak gol terbanyak ataupun pemain paling menonjol di setiap pertandingan, tetapi kontribusinya tetap krusial terutama ketika memasuki fase gugur.
Cedera Hamstring Tak Menghentikan Langkah Yamal
Perjalanan menuju Piala Dunia tidak berjalan mudah bagi pemain kelahiran 13 Juli 2007 tersebut.
Pada April 2026, Yamal mengalami cedera hamstring tingkat dua saat membela Barcelona. Cedera itu memaksanya mengakhiri musim lebih cepat agar fokus menjalani rehabilitasi.
baca juga: Donald Trump Ingin AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi
Barcelona bersama tim medis tim nasional Spanyol kemudian menyusun program pemulihan secara bertahap agar kondisi sang pemain benar-benar pulih sebelum turnamen dimulai.
Strategi tersebut berjalan sesuai rencana. Yamal kembali dalam kondisi bugar menjelang keberangkatan ke Amerika Utara dan masuk dalam skuad utama pelatih Luis de la Fuente.
Selama babak penyisihan grup, menit bermainnya masih dikelola secara hati-hati demi menjaga kebugaran. Namun ketika memasuki fase gugur, Yamal kembali menjadi pilihan utama di sektor sayap kanan hingga akhirnya ikut mengantar Spanyol menjadi juara dunia.
Gol Bersejarah di Fase Grup Piala Dunia 2026
Salah satu momen paling berkesan Yamal terjadi saat Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0 pada fase grup.
Ia hanya membutuhkan 11 menit untuk mencetak gol dan memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda Spanyol dalam sejarah Piala Dunia pada usia 19 tahun 343 hari.
Catatan tersebut juga menempatkannya sebagai pemain termuda sejak Pele pada Piala Dunia 1958 yang mampu mencetak gol di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Rekor itu semakin menegaskan bahwa Yamal mampu tampil menentukan meski baru pulih dari cedera beberapa bulan sebelumnya.
Koleksi Trofi Terus Bertambah Bersama Barcelona dan Spanyol
Sebelum berusia 20 tahun, Lamine Yamal telah mengoleksi enam trofi bersama klub maupun tim nasional.
Gelar pertamanya hadir ketika Barcelona menjuarai La Liga musim 2022-2023.
Setelah itu, kariernya terus menanjak dengan membawa Spanyol menjadi juara Euro 2024. Bersama Barcelona, ia kembali memenangkan Piala Super Spanyol, Copa del Rey, dan La Liga.
Pada Januari 2026, Barcelona kembali mengangkat trofi Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2 di Arab Saudi.
Kesuksesan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 kemudian melengkapi daftar gelar bergengsi yang telah diraih pemain muda tersebut.
Meski demikian, satu trofi yang masih belum berhasil ia menangkan adalah Liga Champions UEFA, kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa.
Deretan Tokoh Sepak Bola Dunia Memberikan Pujian
Performa konsisten Yamal membuat banyak tokoh besar sepak bola dunia memberikan apresiasi.
Lionel Messi menyebut pencapaian pemain muda Spanyol itu sangat mengesankan karena telah menjadi juara Eropa di usia yang sangat muda.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menilai Yamal memiliki talenta langka yang hanya dimiliki sedikit pemain dalam sejarah sepak bola.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga menyebut anak asuhnya sebagai pemain yang berbeda dan memiliki kemampuan luar biasa.
Legenda Brasil Ronaldinho berharap Yamal dapat menikmati perjalanan karier sepanjang dan sesukses dirinya maupun Messi.
Pep Guardiola menilai kematangan bermain Yamal jauh melampaui usianya. Menurut Guardiola, cara Yamal mengambil keputusan di lapangan biasanya baru dimiliki pemain yang berusia pertengahan 20-an.
Cristiano Ronaldo juga menilai Yamal berkembang di lingkungan yang tepat bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol sehingga potensinya dapat berkembang secara maksimal.
Sementara itu, Erling Haaland memberikan pujian singkat dengan menyebut Yamal sebagai pemain yang luar biasa.
Rekor Masa Muda yang Bahkan Belum Diraih Messi dan Ronaldo
Nama Lamine Yamal sebenarnya sudah lebih dulu dikenal sebagai pemecah berbagai rekor bersama Barcelona.
Ia menjadi starter termuda dalam sejarah Liga Champions UEFA saat berusia 16 tahun 83 hari.
Yamal juga tercatat sebagai pemain termuda yang tampil di El Clasico pada usia 16 tahun 107 hari.
Tak hanya itu, ia menjadi pemain termuda Barcelona yang mencapai 50 pertandingan resmi ketika baru berusia 16 tahun 310 hari.
Sebagian besar pencapaian tersebut bahkan belum pernah diraih Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo ketika berada pada usia yang sama.
Masa Depan Cerah Menanti Lamine Yamal
Dengan gelar Euro dan Piala Dunia yang sudah berada dalam genggamannya sebelum usia 20 tahun, Lamine Yamal kini menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling sukses dalam sejarah sepak bola modern.
Perjalanan kariernya masih sangat panjang. Apabila mampu menjaga konsistensi performa, terus berkembang, dan terhindar dari cedera serius, peluang untuk menambah koleksi trofi bersama Barcelona maupun Spanyol terbuka sangat lebar.
Pencapaian yang telah diraihnya sejauh ini menunjukkan bahwa Yamal bukan sekadar pemain muda berbakat. Ia telah membuktikan diri sebagai sosok penting di level tertinggi sepak bola dunia dan berpotensi menjadi salah satu ikon generasi berikutnya.
baca juga: Lamine Yamal: Spanyol sama sekali tidak takut menghadapi Prancis




Leave a Reply