trailerrentalsbyowners.com -Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menegaskan pentingnya pencegahan pelecehan seksual terhadap atlet di seluruh federasi olahraga Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Marciano meminta para pengurus di 81 federasi olahraga memberikan perhatian serius dan mengambil langkah konkret untuk mencegah aksi pelecehan seksual. Ia menekankan bahwa olahraga prestasi bukan tempat untuk perilaku tidak pantas tersebut.
“Olahraga prestasi bukan tempat untuk pelecehan seksual. Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang,” kata Marciano Norman.
Pernyataan ini muncul menanggapi kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terungkap melalui laporan atlet panjat tebing dan atlet kickboxing. Kasus tersebut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap atlet, khususnya atlet muda dan perempuan.
Baca juga:“Putri KW Lancar Adaptasi, Melaju ke Babak Kedua Swiss Open 2026”
Ketua KONI Kecam Pelecehan Seksual yang Cederai Prestasi Atlet
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengecam keras tindakan pelecehan seksual dalam olahraga prestasi yang merugikan atlet Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta.
Marciano menekankan bahwa olahraga prestasi memiliki tujuan mulia, yaitu mengantar atlet meraih prestasi, mengibarkan bendera Merah Putih, dan membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung internasional. Pelecehan seksual jelas mencederai nilai-nilai ini dan merusak citra olahraga Indonesia.
Menurut Marciano, federasi olahraga harus memastikan lingkungan yang aman dan profesional. Setiap atlet harus terlindungi dari kekerasan fisik maupun pelecehan seksual, terutama pada kompetisi dan pelatihan resmi.
“Pelecehan seksual dalam olahraga prestasi mencederai tujuan luhur atlet dan merusak semangat kebangsaan. Federasi wajib mencegah dan menindak tegas pelaku,” ujar Marciano Norman.
Kasus pelecehan yang terungkap pada atlet panjat tebing dan kickboxing menjadi contoh nyata perlunya perhatian ekstra. KONI mendorong semua federasi untuk segera memperkuat mekanisme pencegahan, pengawasan, dan pelaporan.
Federasi dan Pemangku Kepentingan Perkuat Pencegahan Pelecehan Atlet
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengimbau pengurus induk cabang olahraga, pengurus KONI di 38 provinsi, serta organisasi fungsional untuk memperkuat pencegahan pelecehan terhadap atlet.
Marciano menegaskan bahwa atlet, pelatih, dan ofisial adalah patriot olahraga yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan fisik maupun pelecehan seksual. Perlindungan ini penting untuk menjaga integritas dan prestasi olahraga Indonesia.
“Atlet maupun pelatih dan ofisial adalah patriot olahraga yang harus dilindungi,” kata Marciano Norman.
Marciano juga mengapresiasi keberanian para atlet melapor sehingga kasus kekerasan dan pelecehan bisa ditangani secara hukum. Ia menekankan bahwa korban harus mendapatkan dukungan lahir dan batin, termasuk pemulihan psikologis, dari organisasi olahraga terkait.
Ia mengingatkan semua pemangku kepentingan olahraga agar meningkatkan kesadaran bersama, memastikan lingkungan olahraga Indonesia aman, profesional, dan bebas dari praktik kekerasan maupun pelecehan seksual.
Baca juga:“Havertz Antusias Balik ke BayArena Jelang Arsenal Lawan Leverkusen”




Leave a Reply