trailerrentalsbyowners -Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap langkah Persatuan Catur Seluruh Indonesia dalam mengembangkan catur sebagai bagian dari industri olahraga. Dukungan ini disampaikan dalam Musyawarah Nasional PB Percasi XXX Tahun 2026 di Jakarta.
Erick Thohir menilai catur memiliki potensi besar karena banyak diminati masyarakat. Ia menekankan bahwa olahraga tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi industri yang bernilai ekonomi.
Menurut Erick, pengembangan sport industry dan sport tourism menjadi arah penting dalam transformasi olahraga nasional. Ia mendorong agar catur dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Olahraga itu tidak hanya prestasi, tetapi juga industri olahraga,” ujar Erick dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi olahraga harus terus dikembangkan secara serius.
Erick menjelaskan bahwa industri olahraga di Amerika Serikat saat ini telah mencapai nilai sekitar 525 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan melalui pengembangan sektor olahraga.
Ia menilai pertumbuhan industri olahraga dapat didorong melalui berbagai faktor. Di antaranya adalah belanja pemerintah, investasi sektor swasta, serta daya beli masyarakat yang terus meningkat.
Dalam konteks ini, catur dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh di Indonesia. Selain sebagai olahraga prestasi, catur juga dapat menjadi daya tarik sport tourism dan aktivitas ekonomi kreatif.
Baca juga:”Chelsea vs Man City: Cole Palmer Siap Jadi Pembeda di Stamford Bridge”
Erick Thohir Dorong Catur sebagai Pendidikan Karakter Bangsa
Erick Thohir menegaskan bahwa catur bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter bangsa. Ia menyebut permainan ini membentuk strategi, disiplin, dan kesabaran dalam diri atlet maupun masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Musyawarah Nasional PB Percasi XXX Tahun 2026 di Jakarta. Erick menilai catur memiliki nilai edukatif yang kuat untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, olahraga catur dapat berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda. Nilai strategi dan ketenangan dalam bermain dianggap relevan dengan kebutuhan pembangunan karakter bangsa.
Erick juga menyoroti upaya transformasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia menegaskan perlunya program yang tepat sasaran di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
“Kami dari pemerintah dengan segala keterbatasan juga mendorong transformasi,” ujar Erick. Ia menambahkan bahwa kebijakan harus disusun secara efektif agar hasilnya optimal.
Kementerian Pemuda dan Olahraga RI disebut terus melakukan pembaruan strategi dalam pengelolaan pembinaan atlet. Transformasi ini dilakukan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan program olahraga nasional.
Erick menjelaskan bahwa pembinaan atlet kini dibagi ke dalam tiga kategori. Kategori tersebut meliputi atlet elite, atlet tengah, dan atlet muda sebagai bagian dari sistem regenerasi.
Ia menilai pembagian tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi olahraga nasional. Regenerasi dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga daya saing atlet Indonesia.
Dalam konteks ini, catur juga dipandang sebagai cabang olahraga yang dapat berkembang melalui sistem pembinaan yang terstruktur. Penguatan pembinaan diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekaligus minat masyarakat.
Percasi Siapkan Regenerasi dan Digitalisasi Catur Nasional
Utut Adianto menyatakan bahwa Musyawarah Nasional Persatuan Catur Seluruh Indonesia menjadi momentum penting untuk regenerasi kepemimpinan. Agenda ini juga diarahkan untuk memperkuat digitalisasi dalam pengembangan catur nasional.
Munas tersebut diikuti oleh 33 dari 37 perwakilan provinsi di seluruh Indonesia. Salah satu agenda utama adalah pemilihan ketua umum baru sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.
Utut menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi fokus utama ke depan. Ia mendorong agar permainan catur semakin banyak diadopsi di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas basis pemain muda.
Menurutnya, integrasi teknologi dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap catur. Digitalisasi juga membuka peluang kompetisi yang lebih luas dan akses pelatihan yang lebih merata.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program yang telah dirintis. Ia menilai kesinambungan program menjadi kunci kemajuan organisasi.
Marciano menekankan pentingnya mencetak grandmaster baru yang mampu bersaing di tingkat dunia. Ia menilai potensi atlet catur Indonesia cukup besar jika didukung pembinaan yang tepat.
Program pembinaan berkelanjutan dan digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet nasional. Selain itu, pendekatan ini juga memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga catur.
Baca juga:”Timnas Futsal Indonesia ke Final ASEAN Futsal 2026 Usai Kalahkan Vietnam 3-2″




Leave a Reply