trailerrentalsbyowners – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin harus mengakui ketangguhan ganda Denmark Christian Faust Kjær dan Rasmus Kjæer di babak perempat final BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2026. Bertanding di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Jumat (20/3/2026), pasangan Indonesia takluk melalui drama rubber gim dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 . Kekalahan ini menghentikan langkah mereka di turnamen yang berlangsung 17-22 Maret 2026.
Evaluasi Fokus di Momen Krusial
Joaquin mengakui bahwa aspek fokus menjadi faktor penentu kekalahan mereka. “Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi,” ujar Joaquin dikutip dari PBSI . Ia menilai bahwa menjaga konsentrasi selama menjalani rangkaian turnamen di Eropa menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan muda ini.
Senada dengan Joaquin, Raymond mengaku bahwa segi fokus masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seusai tur Eropa kali ini. “Kuncinya di start gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang. Tidak seperti di gim kedua. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan bagaimana menjaga fokus di situasi rubber game,” kata Raymond yang merupakan unggulan ketiga dalam turnamen ini .
Jalannya Pertandingan
Pada gim pertama, Raymond/Joaquin sempat memberikan perlawanan sengit namun harus menyerah 18-21. Mereka bangkit di gim kedua dengan permainan lebih tenang dan disiplin, merebut kemenangan 21-12 . Namun di gim penentuan, konsistensi mereka buyar. Pasangan Denmark tampil lebih agresif sejak awal, memaksa Raymond/Joaquin terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Tantangan Tur Eropa
Tur Eropa yang padat menjadi ujian tersendiri bagi pasangan Indonesia. Sebelum Orleans Masters, mereka juga tampil di turnamen lain yang menguras fisik dan mental . Joaquin menyebut bahwa menjaga fokus selama tiga turnamen beruntun bukan hal mudah, apalagi bagi pasangan yang masih dalam tahap pendewasaan di level internasional.
Pekerjaan Rumah Usai Tur Eropa
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Raymond/Joaquin. Mereka harus memperkuat aspek mental dan kontrol emosi, terutama saat menghadapi situasi rubber game. Pengalaman berlaga di turnamen Super 300 memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi fokus dari awal hingga akhir pertandingan . Dengan evaluasi yang matang, pasangan ini diharapkan dapat tampil lebih siap di turnamen-turnamen berikutnya.
“Baca Juga : Amazon Tengah Kembangkan Ponsel Bertenaga AI”
Raymond/Joaquin Ungkap Tantangan Adaptasi Tiga Tur Eropa: Shuttlecock Jadi Kendala di Orleans Masters
Ganda juara Australia Open 2025, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengakui bahwa mengikuti tur Eropa dengan jeda waktu yang tidak lama antara tiga kompetisi—All England, Swiss Open, dan Orleans Masters—sangatlah membutuhkan adaptasi yang begitu cepat. Rangkaian turnamen yang berlangsung beruntun ini menguji kesiapan fisik dan mental pasangan Indonesia, terutama dalam menyesuaikan diri dengan kondisi yang berbeda di setiap ajang.
“Ketika ikut tiga turnamen begini, kami juga harus cepat beradaptasi dengan perubahan situasi lapangan,” kata Raymond dikutip dari PBSI, Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan bahwa faktor kondisi shuttlecock (kok) menjadi tantangan utama yang belum bisa mereka atasi dengan baik. “Kami belum bisa cepat menyesuaikan terutama di sini dengan kondisi shuttlecock yang benar-benar berbeda dengan saat All England dan Swiss Open,” ujar Raymond .
Tantangan Adaptasi di Tiga Turnamen Beruntun
Tur Eropa musim ini mengharuskan para pemain berpindah lokasi dan beradaptasi dengan cepat. All England di Birmingham menggunakan kok dengan karakteristik tertentu, Swiss Open di Basel memiliki kondisi berbeda, kemudian Orleans Masters di Prancis menghadirkan shuttlecock yang benar-benar baru bagi Raymond/Joaquin. Perbedaan ini mempengaruhi kontrol pukulan dan strategi permainan yang telah disiapkan.
Kandas di Perempat Final
Dalam babak perempat final Orleans Masters 2026 yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Jumat (20/3), Raymond/Joaquin harus mengakui ketangguhan ganda Denmark Christian Faust Kjær/Rasmus Kjæer. Mereka kalah melalui drama rubber gim 18-21, 21-12, 14-21 . Kegagalan beradaptasi dengan cepat, terutama di gim penentuan, menjadi salah satu faktor kekalahan.
Indonesia Dipastikan Nirgelar di Ganda Putra
Dengan kandasnya Raymond/Joaquin di perempat final, Indonesia dipastikan akan nirgelar di sektor ganda putra Orleans Masters 2026 . Hasil ini menjadi catatan penting bagi pasangan yang sebelumnya mencuri perhatian dengan menjadi juara Australia Open 2025. Kekalahan ini menunjukkan bahwa konsistensi di level tertinggi masih perlu terus diasah.
Evaluasi Menuju Turnamen Berikutnya
Raymond dan Joaquin menyadari bahwa kemampuan beradaptasi dengan cepat adalah kunci sukses di tur Eropa. Perbedaan karakteristik lapangan, kelembapan, dan jenis shuttlecock menjadi variabel yang harus segera dipahami untuk bisa tampil maksimal. Pengalaman tiga turnamen beruntun ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk meningkatkan performa di ajang-ajang berikutnya.
Dengan evaluasi matang, terutama dalam hal adaptasi dan fokus di momen krusial, pasangan muda Indonesia ini optimistis dapat bangkit dan kembali bersaing di papan atas dunia bulu tangkis.
“Baca Juga : Perusahaan Teknologi Bentuk Koalisi Berantas Penipuan Daring”




Leave a Reply