- trailerrentalsbyowners -Juara gulat Olimpiade Tokyo 2020, Gable Steveson, bersiap memulai debut di seni bela diri campuran profesional. Ia resmi mendapat kontrak baru dari Ultimate Fighting Championship (UFC). Langkah ini menandai transisi besar dari gulat ke MMA kelas dunia.
UFC belum menetapkan lawan pertama Steveson dalam debutnya. Promotor masih menyusun pertandingan yang tepat untuk debut sang atlet. Namun, UFC memastikan setiap pertarungan tetap kompetitif tanpa laga mudah.
CEO UFC Dana White menyatakan antusiasmenya terhadap debut Steveson. Ia menilai tekanan awal di UFC adalah hal wajar bagi petarung baru. Menurutnya, debut di Octagon selalu menjadi tantangan besar.
White menegaskan UFC akan segera menyiapkan pertarungan untuk Steveson. Ia juga menyoroti bahwa setiap debutan harus membuktikan kemampuan mereka. Hal itu menjadi bagian dari standar kompetisi di UFC.
“Saya rasa semua orang pasti merasa gugup saat pertama kali datang ke UFC,” kata Dana White.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada pertarungan mudah di UFC. White menegaskan bahwa performa Steveson akan diuji sejak laga pertama. UFC ingin melihat kesiapan atlet Olimpiade tersebut di level tertinggi MMA.
Sementara itu, Gable Steveson menyampaikan antusiasmenya melalui video resmi UFC. Ia menyebut debut ini sebagai langkah besar dalam karier profesionalnya. Steveson mengaku siap menghadapi tekanan di panggung terbesar MMA dunia.
Steveson juga menegaskan bahwa rasa gugup adalah bagian dari persiapan. Ia percaya pengalaman Olimpiade membantunya menghadapi tekanan kompetisi. Transisi dari gulat ke MMA menjadi tantangan baru yang ia sambut positif.
“Rasa gugup dan deg-degan itu semua adalah bagian dari permainan,” ujar Steveson.
Baca juga:“Cristian Chivu: Gol Pertama Inter Milan Jadi Kunci Kemenangan atas Como”
Steveson Singgung International Fight Week Usai Jalani Perjalanan Karier
Gable Steveson menyoroti kemungkinan kejutan di ajang International Fight Week UFC. Ia juga menegaskan kesiapan melanjutkan karier di MMA profesional. Perjalanan kariernya mencakup gulat Olimpiade, WWE, hingga percobaan di sepak bola Amerika.
Steveson memperkirakan ajang International Fight Week akan berlangsung meriah. Ia menyebut kemungkinan adanya penampilan utama yang mengejutkan. Pernyataan itu memicu spekulasi di kalangan penggemar UFC.
Ia menyinggung kemungkinan kembalinya sosok terkenal ke arena UFC. Namun, Steveson tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia hanya menyebut bahwa kejutan besar mungkin terjadi.
“Mungkin akan ada penampilan utama yang mengejutkan, seseorang yang bisa saja kembali dan mungkin kalian sudah mengenalnya. Jadi, siapa yang tahu?” ujar Steveson.
Sebelum memasuki UFC, Steveson memiliki perjalanan karier yang beragam. Ia meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di cabang gulat. Prestasi itu menempatkannya sebagai salah satu pegulat terbaik Amerika Serikat.
Setelah Olimpiade, Steveson kembali ke perguruan tinggi. Ia menyelesaikan karier gulatnya di level universitas. Langkah itu menjadi transisi sebelum memasuki dunia hiburan olahraga profesional.
Steveson kemudian menandatangani kontrak dengan WWE. Ia mencoba peruntungan di dunia gulat profesional hiburan. Namun, kariernya di WWE tidak berjalan sesuai harapan.
WWE akhirnya melepas Steveson setelah masa kontraknya. Situasi itu membuatnya mencari arah baru dalam karier olahraga. Ia kemudian mencoba peluang di cabang lain di luar gulat.
Steveson juga sempat menjajal sepak bola Amerika. Ia mencoba peran di olahraga tersebut meskipun tanpa latar belakang sebelumnya. Pengalaman itu memperkaya perjalanan atletiknya sebelum kembali ke MMA.
Kembali ke NCAA Sebelum Fokus Penuh ke MMA dan UFC
Gable Steveson melanjutkan karier gulatnya di University of Minnesota pada musim terakhirnya. Ia kembali bertanding di level perguruan tinggi setelah meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Keputusan itu menjadi bagian dari rencana jangka panjang menuju MMA profesional.
Pada musim terakhirnya, Steveson tampil hingga final Kejuaraan Nasional Gulat Divisi I NCAA 2025. Ia mengalami kekalahan mengejutkan dari Wyatt Hendrickson di partai puncak. Hasil tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya.
Kekalahan itu menandai akhir perjalanan Steveson di level gulat NCAA. Ia kemudian mengalihkan fokus penuh untuk bertransisi ke seni bela diri campuran. MMA sudah lama menjadi target karier jangka panjangnya.
Steveson menilai pengalaman di gulat elite memberinya dasar kuat untuk MMA. Ia membawa pengalaman Olimpiade, NCAA, dan pelatihan profesional ke tahap berikutnya. Transisi ini dipandang sebagai langkah strategis dalam kariernya.
Selain itu, Steveson menjalin hubungan baik dengan Jon Jones. Ia pernah berlatih bersama mantan juara dunia kelas berat UFC tersebut. Latihan itu terjadi saat persiapan Jones menghadapi Stipe Miocic pada November 2024.
Keterlibatan dalam kamp latihan elite tersebut memberi Steveson pengalaman tambahan. Ia belajar langsung dari salah satu petarung terbaik dalam sejarah UFC. Hal ini memperkuat adaptasinya menuju dunia MMA profesional.
Perjalanan Steveson menunjukkan transisi lintas disiplin olahraga tingkat tinggi. Ia bergerak dari gulat Olimpiade ke NCAA, lalu ke dunia hiburan WWE. Kini ia bersiap memasuki panggung kompetitif UFC.




Leave a Reply