- trailerrentalsbyowners – Gaji Jesus Casas di Timnas Irak menarik perhatian publik adalah besaran gaji fantastis yang pernah diterima Jesus Casas selama menukangi Irak. Berdasarkan laporan media Irak pada 2024, Casas disebut meminta bayaran tinggi saat perpanjangan kontrak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Nilainya bahkan mencapai Rp2,5 miliar per bulan, atau sekitar Rp30 miliar per tahun. Angka ini dianggap sebanding dengan reputasi dan pengalamannya, mengingat Casas merupakan mantan asisten pelatih tim nasional Spanyol yang dikenal memiliki pendekatan taktik modern dan disiplin tinggi.
Namun, angka sebesar itu jelas menjadi pertanyaan besar bagi publik Indonesia: apakah PSSI sanggup membayar setinggi itu?
Selama melatih Irak, Casas berhasil membawa perubahan signifikan pada gaya permainan tim. Ia menekankan strategi berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi, mirip gaya permainan Spanyol modern.
Bersama Casas, Irak juga mencatat hasil impresif di ajang Piala Asia 2023, sebelum akhirnya performa mereka menurun menjelang kualifikasi terakhir menuju Piala Dunia. Meski demikian, banyak pengamat menilai filosofi permainan dan disiplin tim di bawah Casas tergolong sukses.
Jika benar bergabung dengan Indonesia, pelatih 51 tahun itu diharapkan dapat membawa pendekatan serupa untuk membangun skuad Garuda yang lebih solid dan efisien.
“Baca Juga: Polda Metro Jaya Libatkan Ormas untuk Perkuat Keamanan Ibu Kota?”
Hingga kini, PSSI belum memberi pernyataan resmi mengenai kemungkinan negosiasi dengan Jesus Casas. Sumber internal federasi menyebut masih ada beberapa nama lain yang masuk radar, termasuk pelatih asal Asia Tenggara dan Eropa Timur.
Meski demikian, minat terhadap Casas dinilai tinggi karena rekam jejak dan kemampuannya dalam mengelola tim dengan sumber daya terbatas.
Langkah PSSI berikutnya akan sangat menentukan arah pembangunan Timnas Indonesia, terutama setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Jika mampu mengamankan jasanya, Indonesia bisa mendapatkan pelatih berpengalaman internasional yang membawa visi jangka panjang untuk sepak bola nasional
IFA Resmi Pecat Jesus Casas pada April 2025, Negosiasi Gaji USD2 Juta dan Target Kinerja Buntu
Dalam pembicaraan lanjutan, Jesus Casas meminta kenaikan gaji signifikan. Ia menginginkan kontrak baru dengan nilai USD2 juta per tahun dan durasi hingga 2027. Permintaan ini disebut mencerminkan keyakinannya terhadap kemampuan diri serta ambisi membangun tim jangka panjang.
IFA sempat mempertimbangkan proposal tersebut dengan serius. Mereka bahkan menugaskan tim negosiasi untuk mencari jalan tengah yang bisa menjaga kestabilan keuangan federasi sekaligus mempertahankan pelatih berpengalaman itu. Namun, pada akhirnya kesepakatan tidak tercapai. Sumber internal menyebutkan bahwa perbedaan pandangan soal besaran kompensasi dan target kinerja membuat proses negosiasi berhenti di tengah jalan.
Ketegangan dalam proses negosiasi berujung pada keputusan tegas dari Federasi Sepak Bola Irak. Pada April 2025, IFA resmi memecat Jesus Casas dari jabatan pelatih kepala Timnas Irak.
Latar Belakang: Prestasi Casas Bersama Irak
Jesus Casas, pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun, ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Irak pada September 2023. Ia menggantikan pelatih sebelumnya, Abdul-Ghani Shahad. Selama masa kepelatihannya, Casas mencatatkan prestasi yang cukup mengesankan:
| Tahun | Pencapaian |
|---|---|
| 2023 | Lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2024 (digelar Jan 2024) |
| 2024 | Kemenangan 2-1 atas Jepang di fase grup Piala Asia |
| 2024 | Lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 (zona Asia) |
Meskipun Irak tersingkir di babak 16 besar Piala Asia 2024 oleh Yordania (2-3 setelah perpanjangan waktu), performa tim dianggap positif. Kemenangan atas Jepang—yang merupakan salah satu tim terkuat Asia—menjadi pencapaian bersejarah.
Namun, hasil kurang memuaskan di beberapa laga persahabatan dan awal putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia membuat tekanan mulai muncul. Irak hanya meraih satu kemenangan dari empat pertandingan awal putaran ketiga.
Rincian Negosiasi yang Gagal
Permintaan Casas sebesar USD2 juta per tahun (sekitar Rp32 miliar dengan kurs Rp16.000) merupakan lonjakan signifikan dari gaji sebelumnya yang diperkirakan sekitar USD600.000-800.000 per tahun. IFA mengakui prestasi Casas, tetapi merasa angka tersebut terlalu tinggi untuk anggaran federasi.
Poin-poin yang menjadi perdebatan:
| Aspek | Tuntutan Casas | Penawaran IFA |
|---|---|---|
| Gaji per tahun | USD2 juta | USD1,2 – 1,5 juta |
| Durasi kontrak | 3 tahun (hingga 2027) | 2 tahun (hingga 2026) |
| Bonus lolos Piala Dunia 2026 | USD500.000 | USD200.000 |
| Target kinerja minimal | Babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia | Lolos ke Piala Dunia 2026 |
IFA ingin mengikat Casas dengan target yang lebih tinggi (lolos ke Piala Dunia), sementara Casas merasa target tersebut tidak realistis mengingat kekuatan tim dan persaingan di Asia.
Reaksi Pemain dan Publik Irak
Keputusan pemecatan Casas mendapat reaksi beragam. Kapten tim, Jalal Hassan, menyatakan kekecewaannya melalui media sosial. “Ini bukan akhir yang pantas untuk pelatih yang telah membawa semangat baru bagi tim. Kami menghormati keputusan federasi, tetapi kami kehilangan seorang arsitek,” tulis Hassan.
Sementara itu, publik Irak terpecah. Sebagian mendukung pemecatan karena menganggap Casas terlalu “bermain aman” dalam strategi. Sebagian lain mengecam IFA karena dianggap tidak serius mempertahankan pelatih berkualitas.
Surat kabar Irak, Al-Sabah, dalam editorialnya menulis: “IFA lebih peduli menghemat uang daripada membangun masa depan sepak bola. Casas adalah pelatih terbaik yang kami miliki sejak era Adnan Hamad.”
Dampak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pemecatan Casas terjadi saat Irak berada di posisi keempat Grup B putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 (zona Asia). Berikut klasemen saat itu (April 2025):
| Posisi | Tim | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Jepang | 4 | 10 |
| 2 | Arab Saudi | 4 | 8 |
| 3 | Australia | 4 | 7 |
| 4 | Irak | 4 | 5 |
| 5 | Oman | 4 | 4 |
| 6 | Vietnam | 4 | 1 |
Dengan sisa 6 pertandingan, peluang Irak untuk lolos langsung ke Piala Dunia masih terbuka. Namun, kekalahan 0-2 dari Australia pada Maret 2025 memperburuk posisi mereka. IFA kemudian menunjuk pelatih lokal, Radhi Shenaishil, sebagai pelatih sementara.
Nasib Casas Setelah Pemecatan
Setelah dipecat oleh Irak, Jesus Casas tidak segera mendapatkan klub baru. Ia sempat dikaitkan dengan beberapa tim nasional Asia lainnya, termasuk Vietnam dan Thailand. Namun, hingga akhir 2025, Casas memilih untuk beristirahat dan mengevaluasi kariernya.
Pada Januari 2026, Casas dilaporkan masuk dalam daftar kandidat pelatih klub Qatar, Al-Sadd. Namun, negosiasi tidak membuahkan hasil. Sumber terdekat Casas menyebut bahwa ia masih menunggu tawaran dari tim nasional lain atau klub dengan proyek jangka panjang yang serius.
Pelajaran dari Kasus Jesus Casas
Kasus pemecatan Jesus Casas oleh IFA menyoroti beberapa isu penting dalam manajemen sepak bola nasional:
- Kesenjangan ekspektasi antara pelatih dan federasi – Pelatih asing seringkali memiliki standar kompensasi dan target yang berbeda dengan federasi lokal yang memiliki keterbatasan anggaran.
- Tekanan hasil jangka pendek vs pembangunan jangka panjang – IFA menginginkan hasil instan (lolos Piala Dunia), sementara Casas ingin membangun fondasi tim secara bertahap.
- Pentingnya komunikasi dan negosiasi – Perbedaan yang tidak terselesaikan di meja negosiasi dapat merugikan kedua belah pihak.
- Dampak pemecatan terhadap moral tim – Pergantian pelatih di tengah kualifikasi dapat mengganggu konsentrasi dan strategi yang sudah dibangun.
Ke depan, IFA harus belajar dari pengalaman ini. Jika tidak, siklus gonta-ganti pelatih yang tidak produktif akan terus berulang, dan mimpi Irak untuk kembali ke Piala Dunia (terakhir 1986) akan semakin jauh.
“Baca Juga : Lavani Taklukkan Bhayangkara di Laga Terakhir Final Four“




Leave a Reply