trailerrentalsbyowners.com -Makassar (KABARIN) – Sebanyak dua ton Dried Flying Fish Roe atau telur ikan terbang kering asal Sulawesi Selatan diekspor ke Xiamen, Tiongkok, melalui jalur udara. Ekspor ini menegaskan daya saing tinggi produk perikanan lokal di pasar internasional.
Komoditas unggulan dari Takalar, Sulawesi Selatan, ini dianggap mampu memenuhi standar kualitas global dan menjadi primadona bagi konsumen internasional. Pengiriman dilakukan dengan prosedur pengawasan ketat untuk menjaga mutu.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menekankan bahwa seluruh komoditas telah melalui pemeriksaan yang cermat. “Kami memastikan produk lokal tetap aman dan berkualitas sebelum dikirim ke pasar global,” ujarnya di Makassar, Minggu.
Telur ikan terbang kering ini dikenal karena nilai ekonomisnya tinggi dan menjadi salah satu ekspor perikanan strategis Sulsel. Ekspor udara memungkinkan pengiriman lebih cepat, menjaga kesegaran dan kualitas produk.
Pengiriman ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dan pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas ekspor perikanan. Dukungan regulasi dan standar karantina yang ketat membantu memperluas akses pasar internasional.
Baaca juga:“Jennifer Lawrence Akui Pernah Tolak Peran Karena Dibilang Gak Cantik”
Dua Ton Telur Ikan Terbang Sulsel Diekspor ke Tiongkok, Lewati Karantina Ketat
Makassar (KABARIN) – Sebanyak dua ton Dried Flying Fish Roe atau telur ikan terbang kering asal Takalar, Sulawesi Selatan, resmi diekspor ke Xiamen, Tiongkok, melalui jalur udara. Ekspor ini menegaskan daya saing tinggi produk perikanan lokal di pasar internasional.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa seluruh komoditas telah melalui prosedur pengawasan ketat. “Kami telah memastikan 100 karton telur ikan terbang ini melewati serangkaian tindakan karantina. Hasil pemeriksaan menunjukkan komoditas sehat, aman, dan memenuhi syarat negara tujuan,” ujarnya di Makassar, Minggu.
Ekspor ini memperkuat posisi telur ikan terbang Sulsel di pasar global. Produk ini dikenal memiliki nilai tambah tinggi dan kualitas yang mampu bersaing dengan produk internasional lainnya.
Sitti menambahkan, keberhasilan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Potensi sumber daya laut Takalar memiliki nilai tambah besar dan dapat mendukung penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Pengiriman melalui jalur udara memungkinkan produk sampai lebih cepat dan menjaga kesegaran, kualitas, serta standar keamanan pangan internasional.
Dua Ton Telur Ikan Terbang Sulsel Diekspor ke Tiongkok, Lewati Karantina Ketat
Makassar (KABARIN) – Sebanyak dua ton Dried Flying Fish Roe atau telur ikan terbang kering asal Takalar, Sulawesi Selatan, resmi diekspor ke Xiamen, Tiongkok, melalui jalur udara. Ekspor ini menegaskan daya saing tinggi produk perikanan lokal di pasar internasional.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan seluruh komoditas telah melewati prosedur pengawasan ketat. “Kami telah memastikan 100 karton telur ikan terbang ini melewati serangkaian tindakan karantina. Berdasarkan pemeriksaan, komoditas sehat, aman, dan memenuhi syarat negara tujuan,” ujarnya di Makassar, Minggu.
Ekspor ini memperkuat posisi produk perikanan Sulawesi Selatan di pasar global. Telur ikan terbang dikenal memiliki nilai tambah tinggi serta kualitas yang memenuhi standar internasional.
Sitti menambahkan, keberhasilan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah. “Potensi sumber daya laut Takalar memiliki nilai tambah besar dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.
Keberhasilan produk lokal menembus pasar Tiongkok diharapkan menjadi katalisator bagi pelaku usaha perikanan lainnya di Sulawesi Selatan. Hal ini mendorong peningkatan skala produksi dan ekspansi jangkauan pasar internasional.
Baca juga:“Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun Hari Minggu Ini”




Leave a Reply