trailerrentalsbyowners.com -Tim esports Indonesia, Alter Ego, harus turun ke lower bracket Knockout Stage M7 World Championship. Kekalahan ini terjadi setelah kalah 1-3 dari tim Filipina, Aurora Gaming, di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu malam (21/1).
Alter Ego tampil dengan komposisi pemain Nino, Yazukee, Hijumee, Alekk, dan Arfy. Meski bermain di kandang sendiri, mereka gagal mengatasi strategi Aurora Gaming yang terencana matang.
Pemain Aurora Gaming, Demonkite, mengungkapkan kepercayaan diri timnya menghadapi Alter Ego. “Kami tidak merasa tertekan dengan Alter Ego sebagai tuan rumah. Kami sudah mempersiapkan diri sepenuhnya dan percaya diri menghadapi mereka,” kata Demonkite melalui kanal resmi MPL Indonesia.
Kekalahan ini menempatkan Alter Ego di lower bracket, di mana mereka masih memiliki kesempatan untuk bertahan di turnamen. Tim akan menghadapi lawan lain untuk melanjutkan perjalanan menuju final M7.
M7 World Championship 2026 menghadirkan tim-tim terbaik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Filipina, dan negara Asia Tenggara lainnya. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian strategi, skill, dan koordinasi tim.
Baca juga:“Empat medali kejuaraan MMA Asia di tangan Indonesia”
Alter Ego Bangkit di Gim Kedua Hadapi Aurora Gaming di M7
Tim Alter Ego menunjukkan kebangkitan pada gim kedua menghadapi Aurora Gaming di M7 World Championship. Setelah kalah di gim pertama, tim Indonesia berhasil menyamakan kedudukan.
Gim pertama didominasi Aurora Gaming sejak awal. Meski Alter Ego sempat mendapatkan lord, kekuatan hero lawan pada pertengahan gim tetap unggul. Aurora Gaming menutup gim pertama pada menit ke-18 dengan skor eliminasi 23-10, unggul 1-0.
Pada gim kedua, Alter Ego bermain lebih agresif. Strategi mereka menghasilkan perbedaan gold lebih dari 13.000 dan keunggulan sembilan poin eliminasi pada menit ke-13. Taktik ini memungkinkan tim Indonesia menekan Aurora Gaming secara signifikan.
Pemain Alter Ego, termasuk Nino dan Yazukee, menampilkan koordinasi tim yang lebih baik. Pergerakan hero yang tepat waktu membantu mereka mengendalikan objektif seperti turtle dan lord.
Aurora Gaming tetap menunjukkan ketahanan meski kalah sementara di gim kedua. Tim Filipina menyesuaikan strategi untuk merespons tekanan Alter Ego, membuat pertandingan tetap sengit.
Performa Alter Ego di gim kedua memberikan peluang untuk bertahan di lower bracket. Setiap kemenangan menjadi kunci agar mereka tetap berpeluang melaju ke babak selanjutnya.
Alter Ego Tersingkir dari Upper Bracket, Tunggu Lawan di Lower Bracket M7
Tim Alter Ego gagal melaju ke final upper bracket M7 World Championship setelah kalah dari Aurora Gaming. Kekalahan ini memaksa mereka turun ke lower bracket Knockout Stage.
Gim ketiga sepenuhnya dikuasai Aurora Gaming sejak awal. Tim Filipina mengamankan tiga turtle dan dua lord, menjaga keunggulan menjadi 2-1 atas Alter Ego.
Pada gim keempat, Alter Ego berupaya bangkit. Pertandingan berlangsung ketat, dengan Nino dan rekan-rekan unggul dalam poin eliminasi 17-13. Namun, mereka gagal menahan tekanan Aurora Gaming. Tim Filipina menutup gim keempat pada menit ke-17, memastikan kemenangan 3-1.
Kekalahan ini mematahkan peluang All Indonesian Final, setelah Onic lebih dulu turun ke lower bracket. Alter Ego kini harus berjuang di lower bracket untuk tetap bertahan di turnamen.
Tim Indonesia akan menunggu pemenang pertandingan lower bracket antara wakil Eropa Timur, Team Spirit, dan tim Myanmar, Yangon Galacticos. Pertandingan berikutnya menentukan langkah Alter Ego menuju babak semifinal.
Kekalahan dari Aurora Gaming menjadi pelajaran penting bagi Alter Ego. Evaluasi strategi, koordinasi tim, dan pemilihan hero akan menjadi fokus utama sebelum melanjutkan pertandingan di lower bracket.
Baca juga:”Skylar keluar RRQ, TLID dan Alter Ego perbarui roster jelang MPL S16″




Leave a Reply