Artis Prilly Latuconsina mengikuti Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran untuk pertama kalinya pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia tampil anggun mengenakan kebaya hitam yang menjadi bagian dari busana adat yang telah ditentukan panitia acara.
Kehadiran Prilly dalam kirab ini menjadi sorotan publik karena ia turut merasakan langsung prosesi budaya Jawa yang sarat makna spiritual dan tradisi. Ia membagikan pengalamannya melalui akun Instagram pribadi, mulai dari proses riasan hingga pemakaian busana adat yang dirancang khusus.
Baca Juga “Ahli gizi bagikan cara atasi ngantuk setelah makan siang“
Kebaya yang dikenakan Prilly merupakan rancangan desainer Didiet Maulana. Busana tersebut diberi nama “Kebaya Hitam Puspo Budoyo” yang terinspirasi dari keindahan bunga dengan nilai budaya yang mendalam.
Dalam unggahan media sosialnya, Didiet Maulana menjelaskan konsep busana tersebut. Ia menyebut kebaya itu tidak menggunakan payet dan dipadukan dengan batik sogan untuk menciptakan tampilan klasik yang elegan.
“Untuk acara Satu Suro di Mangkunegaran tahun ini aku membuat kebaya bertajuk Kebaya Hitam Puspo Budoyo, yang merangkum keindahan bunga penuh nilai budaya,” ujar Didiet Maulana dalam unggahan Instagram pribadinya.
Ia menambahkan bahwa proses perancangan busana untuk Prilly menjadi pengalaman yang menyenangkan. Menurutnya, Prilly memberikan kebebasan bagi desainer untuk berkreasi sesuai konsep budaya yang diusung.
Sementara itu, Prilly Latuconsina menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Mangkunegaran yang telah mengundangnya. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami makna tradisi dan spiritualitas kirab malam 1 Suro.
Dalam unggahan yang sama, Prilly menuliskan refleksinya tentang tradisi Jawa. Ia menilai bahwa tradisi tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk introspeksi dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
“Di tengah langkah yang berjalan dalam hening, aku belajar bahwa tradisi bukan hanya tentang menjaga masa lalu, tapi juga tentang memberi ruang untuk refleksi,” tulis Prilly dalam unggahannya.
Ia juga membagikan momen kebersamaannya dengan sejumlah tokoh, termasuk aktris senior Christine Hakim dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X. Kehadiran tokoh publik dalam acara tersebut menambah perhatian terhadap pelaksanaan kirab budaya ini.
Usai mengikuti prosesi, Prilly mengungkapkan bahwa kirab berlangsung dengan khidmat. Ia bahkan menunjukkan kondisi kakinya yang hitam akibat mengikuti kirab tanpa alas kaki sesuai aturan adat yang berlaku.
“Hari ini aku belajar banyak dari mengikuti kirab malam 1 Suro bersama Mangkunegaran. Aku ngerasanya aku belajar untuk tenang, mindful, dan membumi,” ujarnya.
Kirab Malam 1 Suro sendiri merupakan tradisi tahunan yang digelar di Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tahun ini, ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut secara langsung.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang turut hadir dalam kirab menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memiliki dampak budaya dan ekonomi. Ia menilai tradisi ini berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus pengembangan pariwisata daerah.
“Kami dari Pemprov Jateng mengapresiasi Pura Mangkunegaran, karena ini merupakan bagian dari nguri-uri budaya dan tradisi,” kata Sumarno.
Kirab dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah perintah pemberangkatan dari KGPAA Mangkunegara X. Enam pusaka keraton yang telah melalui ritual jamasan dibawa oleh abdi dalem mengelilingi rute yang telah ditentukan.
Prosesi ini diikuti sekitar 2.500 peserta yang berjalan tanpa alas kaki dalam suasana hening atau laku tapa bisu. Sementara itu, jumlah tamu undangan mencapai sekitar 10.000 orang dari berbagai kalangan, termasuk pejabat, keluarga kerajaan, dan masyarakat umum.
Rute kirab melintasi sejumlah jalan utama di Kota Surakarta, dimulai dari Pura Mangkunegaran hingga kembali ke titik awal setelah melewati kawasan Ngarsopuro dan jalan protokol lainnya. Sepanjang rute, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyaksikan tradisi tahunan tersebut.
Selain kirab, masyarakat juga menantikan tradisi perebutan air jamasan pusaka yang dilakukan setelah prosesi selesai. Air tersebut dipercaya membawa berkah karena digunakan dalam ritual pembersihan pusaka kerajaan.
Pelaksanaan Kirab 1 Suro Mangkunegaran tahun ini kembali menegaskan kuatnya pelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan zaman. Kehadiran figur publik seperti Prilly Latuconsina turut membantu memperluas perhatian generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang pertemuan antara budaya, masyarakat, dan publik figur, sekaligus memperkuat posisi Solo sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa yang masih aktif dan hidup hingga saat ini.
Baca Juga “Perangi Praktik Getok Harga, Hotel di Korea Selatan Diancam Pengurangan Poin“




Leave a Reply