Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Berhasil Jalani Transplantasi Paru Setelah Kondisi Kesehatan Memburuk
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit dilaporkan berhasil menjalani operasi transplantasi paru-paru di Rumah Sakit Universitas Oslo Rikshospitalet pada Rabu, 17 Juni 2026. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Istana Kerajaan Norwegia yang menyatakan bahwa prosedur medis berlangsung dengan baik dan kondisi sang putri kini berada dalam pengawasan intensif tim dokter.
Baca Juga “Kate Middleton Tampil Kuning Menyala, Kembali ke Royal Ascot Usai Absen 3 Tahun“
Dalam pernyataan resminya, pihak istana juga menyampaikan rasa terima kasih Putra Mahkota Haakon dan Putri Mahkota Mette-Marit atas dukungan serta doa dari masyarakat. Dukungan tersebut dinilai memberikan kekuatan bagi keluarga kerajaan dalam menghadapi masa sulit selama proses pengobatan.
Keberhasilan operasi transplantasi ini menjadi titik penting dalam perjuangan Mette-Marit melawan fibrosis paru, penyakit kronis yang telah dideritanya sejak 2018. Penyakit tersebut menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru sehingga kemampuan organ untuk menyerap oksigen terus menurun seiring waktu.
Tim Medis Pastikan Operasi Transplantasi Berjalan Lancar
Kepala Bedah Toraks di Rikshospitalet, Arna Tiana, menyampaikan bahwa proses transplantasi paru-paru berjalan sesuai rencana. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan operasi yang membutuhkan koordinasi kompleks.
Menurutnya, kondisi Mette-Marit sejauh ini menunjukkan perkembangan yang baik setelah menerima organ donor. Namun, seperti pasien transplantasi lainnya, Putri Mahkota masih harus menjalani masa perawatan di rumah sakit selama beberapa pekan untuk memastikan tubuhnya dapat beradaptasi dengan organ baru.
Masa pemulihan setelah transplantasi paru biasanya membutuhkan pemantauan ketat karena pasien harus menyesuaikan sistem kekebalan tubuh terhadap organ yang didonorkan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan berkala untuk mengawasi kemungkinan komplikasi dan memastikan fungsi paru tetap optimal.
Fibrosis Paru Membuat Kondisi Mette-Marit Terus Menurun
Mette-Marit pertama kali mengumumkan diagnosis fibrosis paru pada 2018. Penyakit ini merupakan gangguan progresif yang menyebabkan jaringan paru mengalami kerusakan dan pengerasan sehingga membuat penderita mengalami kesulitan bernapas.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Putri Mahkota mengalami pasang surut. Namun, selama enam bulan sebelum operasi, tim medis menemukan adanya peningkatan jaringan parut pada paru-parunya yang menunjukkan bahwa penyakit tersebut berkembang lebih cepat.
Spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Oslo, Dr. Are Holm, sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan pencitraan menunjukkan kerusakan paru yang semakin luas dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting perlunya tindakan medis lanjutan berupa transplantasi paru.
Akibat memburuknya kesehatan, Mette-Marit sempat mengurangi dan menangguhkan berbagai tugas resmi kerajaan. Pihak istana juga menyatakan bahwa setelah keluar dari rumah sakit, ia masih harus menjalani tahap rehabilitasi dan latihan dalam jangka waktu panjang sebelum kembali menjalankan aktivitas publik secara penuh.
Putra Mahkota Haakon Sempat Ungkap Kekhawatiran atas Kondisi Istrinya
Sebelum operasi dilakukan, Putra Mahkota Haakon secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi sang istri. Ia mengakui bahwa kesehatan Mette-Marit mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pernyataan tersebut muncul setelah publik melihat Mette-Marit menghadiri parade Hari Konstitusi Norwegia pada 17 Mei 2026 dengan menggunakan selang oksigen. Momen itu memperlihatkan bahwa penyakit yang dideritanya telah memberikan dampak besar terhadap aktivitas sehari-hari.
Haakon juga menjelaskan bahwa keputusan mengenai waktu transplantasi sepenuhnya berada di tangan tim dokter yang menangani Mette-Marit. Ia menegaskan bahwa keluarga kerajaan berupaya menghadapi proses pengobatan tersebut dengan penuh harapan meskipun situasi yang dijalani tidak mudah.
Putra Sulung Mette-Marit Menjenguk Setelah Operasi di Tengah Kasus Hukum yang Menjeratnya
Di tengah proses pemulihan Mette-Marit, perhatian publik juga tertuju pada kunjungan putra sulungnya, Marius Borg Høiby. Menurut laporan media Skandinavia Se og Hør, Marius mengunjungi ibunya di Rumah Sakit Universitas Oslo setelah operasi transplantasi berlangsung.
Kunjungan tersebut mendapat perhatian karena dilakukan saat Marius sedang menjalani masa hukuman penjara terkait kasus pemerkosaan dan pelanggaran lainnya. Ia disebut dibawa ke rumah sakit melalui jalur khusus untuk menghindari sorotan fotografer.
Sebelumnya, pengadilan Norwegia menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada Marius setelah menyatakan dirinya bersalah dalam dua kasus pemerkosaan terhadap dua perempuan pada kejadian yang berbeda. Meski demikian, ia dibebaskan dari beberapa tuduhan lainnya dan dikabarkan mengajukan banding atas putusan tersebut.
Masa Pemulihan Mette-Marit Menjadi Perhatian Publik Norwegia
Keberhasilan transplantasi paru memberikan harapan baru bagi kesehatan Putri Mahkota Mette-Marit setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit serius. Namun, proses pemulihan masih menjadi tahap panjang yang harus dijalani dengan pengawasan medis secara ketat.
Keluarga kerajaan Norwegia diperkirakan akan membatasi informasi kesehatan Mette-Marit selama masa rehabilitasi berlangsung. Masyarakat kini menantikan perkembangan kondisi sang Putri Mahkota dan berharap ia dapat kembali menjalankan perannya dalam kegiatan kerajaan setelah masa pemulihan selesai.
Baca Juga “Latihan beban 90 menit per minggu dapat bantu perpanjang usia“




Leave a Reply