Posisi Duduk Tidak Ergonomis Dapat Memicu Nyeri Pinggang pada Usia Produktif
Nyeri pinggang atau lower back pain sering kali dianggap sebagai keluhan yang hanya muncul akibat proses penuaan. Namun, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, mengungkapkan bahwa nyeri pinggang juga banyak terjadi pada kelompok usia muda akibat kebiasaan menjalani aktivitas dengan posisi tubuh yang tidak ergonomis.
Perubahan pola kerja dan gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu lebih lama dalam posisi duduk, terutama saat bekerja menggunakan komputer atau perangkat digital. Kebiasaan duduk selama berjam-jam tanpa disertai perubahan posisi, peregangan, dan pengaturan postur yang benar dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, serta struktur tulang belakang.
Baca Juga “Menunggu Pengakuan Budaya Tempe dari UNESCO di Hari Tempe Nasional 2026“
Menurut Alfariq, pada orang yang berusia lanjut, nyeri pinggang lebih sering berkaitan dengan perubahan degeneratif atau proses penuaan alami pada tulang dan jaringan tubuh. Namun, pada usia produktif, penyebab keluhan tersebut jauh lebih beragam dan banyak dipengaruhi oleh faktor yang sebenarnya dapat diperbaiki melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
Postur Tubuh yang Buruk Saat Bekerja Menjadi Faktor Risiko Utama
Alfariq menjelaskan bahwa gangguan ergonomis dalam pekerjaan menjadi salah satu pemicu utama munculnya nyeri pinggang pada kelompok usia muda. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada pekerja kantor yang duduk di depan komputer, tetapi juga dapat dialami oleh siapa saja yang sering mempertahankan posisi tubuh yang salah ketika melakukan aktivitas rutin.
Aktivitas di rumah seperti memasak dengan posisi membungkuk terlalu lama, membersihkan rumah, mengangkat barang dengan teknik yang kurang tepat, atau menggunakan gawai dalam posisi yang membebani leher dan punggung juga dapat berkontribusi terhadap munculnya rasa nyeri.
Menurutnya, efek dari posisi tubuh yang kurang tepat bersifat akumulatif. Artinya, tekanan kecil yang terus terjadi setiap hari dapat menyebabkan ketegangan otot, gangguan pada jaringan penyangga tulang belakang, hingga menimbulkan rasa sakit yang semakin mengganggu jika tidak segera diperbaiki.
“Gangguan ergonomis dalam pekerjaan atau aktivitas fisik sehari-hari dapat menjadi penyebab nyeri pinggang. Jadi, evaluasi tidak hanya dilakukan pada lingkungan kerja kantor, tetapi juga seluruh aktivitas yang dilakukan seseorang setiap hari,” kata Alfariq.
Duduk Terlalu Lama Tanpa Peregangan Menambah Beban pada Otot dan Tulang Belakang
Kebiasaan duduk dalam waktu lama dapat mengurangi aktivitas otot yang berfungsi menopang tubuh. Ketika seseorang terus berada dalam posisi yang sama, otot punggung dan pinggang menerima tekanan yang berlangsung terus-menerus sehingga dapat menimbulkan rasa pegal, kaku, hingga nyeri.
Oleh karena itu, menjaga durasi duduk menjadi bagian penting dalam pencegahan nyeri pinggang. Alfariq menyarankan agar seseorang tidak duduk tanpa bergerak selama berjam-jam. Ia menyarankan melakukan relaksasi dan peregangan ringan selama lima sampai sepuluh menit setelah duduk sekitar dua jam.
Peregangan sederhana seperti berdiri, berjalan sebentar, menggerakkan bahu, dan meregangkan otot punggung dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Kebiasaan ini juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kelenturan tubuh selama menjalani aktivitas.
Penerapan Posisi Duduk Ergonomis Penting untuk Menjaga Kesehatan Punggung
Posisi duduk yang ergonomis memiliki peran penting dalam mengurangi risiko gangguan pada tulang belakang. Saat bekerja, seseorang sebaiknya memilih posisi duduk yang nyaman dengan punggung mendapatkan sandaran yang baik serta bahu berada dalam posisi rileks.
Alfariq menjelaskan bahwa posisi perangkat kerja juga harus diperhatikan. Layar komputer sebaiknya ditempatkan sejajar dengan pandangan mata agar pengguna tidak perlu terus-menerus menundukkan atau mendongakkan kepala yang dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan punggung.
Selain itu, posisi kaki idealnya menapak rata pada lantai atau pijakan kaki, sementara siku berada dalam sudut yang nyaman saat menggunakan keyboard atau mouse. Penyesuaian sederhana pada area kerja dapat memberikan manfaat besar untuk menjaga kesehatan otot dan sendi dalam jangka panjang.
Dampak Postur Tidak Ergonomis dalam Jangka Panjang terhadap Tulang Belakang
Alfariq mengingatkan bahwa kebiasaan mempertahankan postur yang salah dalam waktu lama tidak hanya menyebabkan rasa nyeri sementara. Jika terus berlangsung, kondisi tersebut dapat mempercepat perubahan degeneratif pada struktur tulang belakang dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal di kemudian hari.
Gangguan pada tulang belakang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja, beraktivitas, hingga menurunkan kualitas hidup. Karena itu, menjaga kesehatan tulang belakang sebaiknya dimulai sejak usia muda melalui kebiasaan yang baik dan konsisten.
Kesadaran terhadap pentingnya ergonomi menjadi semakin relevan di era digital ketika banyak pekerjaan dilakukan dengan posisi duduk. Mengabaikan posisi tubuh saat bekerja dapat menimbulkan masalah kesehatan yang muncul secara perlahan dan sering tidak disadari.
Olahraga dan Asupan Nutrisi Mendukung Pencegahan Nyeri Pinggang
Selain memperbaiki postur, menjaga kekuatan otot dan tulang juga menjadi langkah penting untuk mencegah nyeri pinggang. Olahraga secara rutin membantu memperkuat otot inti tubuh yang berfungsi menopang tulang belakang sehingga tubuh lebih stabil saat bergerak.
Jenis aktivitas seperti berjalan kaki, berenang, latihan peregangan, dan latihan penguatan otot dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan punggung. Pemilihan olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.
Alfariq juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan nutrisi yang mendukung kesehatan sistem muskuloskeletal. Asupan protein membantu menjaga massa dan kekuatan otot, sementara kalsium dan vitamin D berperan penting dalam mempertahankan kepadatan serta kekuatan tulang.
Dengan menerapkan postur kerja yang benar, mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama, rutin bergerak, serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian, risiko nyeri pinggang pada usia muda dapat ditekan. Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar kesehatan tulang belakang tetap terjaga hingga usia lanjut.
Baca Juga “Tips atur keuangan saat liburan sekolah dan masuk sekolah“




Leave a Reply