Chef Papua Pertama! Juru Masak Dapur MBG Raih Sertifikasi Profesional

Chef Papua Pertama! Juru Masak Dapur MBG Raih Sertifikasi Profesional

trailerrentalsbyowners – Chef Papua Pertama, seorang juru masak dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua berhasil memperoleh sertifikasi chef dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sosok tersebut adalah Santi Abaa, warga asli Kampung Barawaikap, Kabupaten Yapen, yang berhasil lulus dalam program pelatihan dan uji kompetensi resmi.

Program pelatihan dan sertifikasi ini merupakan inisiatif Perkumpulan Dapur MBG Yapen yang berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga dapur di wilayah Papua. Kegiatan tersebut diadakan di Serui dan diikuti oleh puluhan peserta, termasuk tenaga dapur dan pengelola gizi dari berbagai daerah terpencil di Tanah Papua.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan keterampilan memasak, tetapi juga dibekali pengetahuan penting tentang standar gizi, keamanan pangan, dan tata kelola dapur sesuai ketentuan nasional. Tujuannya agar tenaga dapur memiliki kompetensi profesional dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat di pelosok daerah.

“Baca Juga: Pramono Tegas Ultimatum Sopir JakLingko Usai Pemotor Tewas”

Santi Abaa mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari program tersebut. Ia mengatakan, sertifikasi ini bukan hanya pengakuan atas kemampuan memasaknya, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan makanan sehat bagi masyarakat.

“Saya senang sekali bisa ikut pelatihan dan dapat sertifikasi ini. Semoga ke depan, kami bisa bantu lebih banyak orang lewat dapur MBG,” ujar Santi dengan haru.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan profesionalisme juru masak lokal di Papua. Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, pelatihan ini juga membuka peluang karier baru bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja secara sukarela di dapur komunitas.

Santi Abaa Bangga Jadi Chef Bersertifikat Pertama dari Papua

Santi Abaa, juru masak asal Kampung Barawaikap, mengaku tidak pernah membayangkan bisa mengikuti sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ia yang sehari-hari memasak di dapur sosial, kini mendapat pelatihan profesional tentang standar gizi, keamanan pangan, serta tata penyajian makanan bergizi.

“Saya tidak menyangka bisa ikut sertifikasi resmi seperti ini. Biasanya kami hanya masak untuk kegiatan sosial, tapi sekarang saya belajar tentang standar gizi dan cara menyajikan makanan dengan lebih profesional,” ujar Santi, Kamis (13/11/2025).

Santi berharap pengalaman barunya bisa dibagikan kepada rekan-rekan di kampung agar semakin banyak masyarakat Papua memahami pentingnya makanan sehat dan bergizi. Ia menilai sertifikasi ini bukan hanya tentang keahlian memasak, tetapi juga bentuk penghargaan bagi kerja keras relawan dapur sosial di daerah terpencil.

“Baca Juga: DPR dorong TGPF Ungkap Misteri Kerangka Kwitang”

Yayasan Kitong Bisa Dorong Kemandirian Melalui Dapur Bergizi

Ketua Yayasan Kitong Bisa, Miraldo Jeftason, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Santi. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kapasitas masyarakat Papua dapat dimulai dari kegiatan sederhana seperti dapur sosial.

“Pencapaian Santi membuktikan bahwa ketika masyarakat dibekali keterampilan dan pengakuan resmi, mereka bisa menjadi motor perubahan di lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Yayasan Kitong Bisa berkomitmen terus memperluas program pelatihan dan dapur bergizi di wilayah Papua. Saat ini, terdapat lima Dapur MBG aktif, masing-masing berada di Yapen, Wamena, Timika (dua lokasi), dan Biak. Melalui program ini, yayasan berharap bisa memberikan edukasi gizi seimbang serta membantu pemenuhan nutrisi bagi anak-anak dan masyarakat Papua secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *