Rusia Gempur Serangan Ke Ukraina Lebih 12 Jam Tanpa Henti

Rusia Gempur Serangan Ke Ukraina Lebih 12 Jam Tanpa Henti

trailerrentalsbyowners – Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina yang berlangsung lebih dari 12 jam, termasuk ke ibu kota Kyiv.

Serangan tersebut menewaskan setidaknya empat orang dan melukai 40 lainnya. Menurut militer Ukraina, Rusia meluncurkan hampir 600 drone serta puluhan rudal yang menghantam tujuh wilayah berbeda pada Sabtu (27/9/2025).

“Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp2,19 Juta/Gram”

Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan, di antara korban tewas terdapat seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Kyiv. Sementara itu, tiga anak lainnya mengalami luka di wilayah Zaporizhzhia. “Serangan ini membuktikan Moskow ingin terus berperang dan membunuh. Ukraina akan membalas,” tegas Zelensky.

Rusia sendiri belum memberikan komentar resmi terkait gempuran terbaru ini. Namun, serangan yang terjadi hingga Sabtu malam disebut sebagai salah satu yang terberat dalam beberapa bulan terakhir. Intensitas serangan tersebut juga menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tinggi, seiring invasi memasuki tahun ketiga.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran internasional, terutama terkait potensi meningkatnya jumlah korban sipil dan kerusakan infrastruktur vital. Dunia kini menantikan respons Ukraina dan kemungkinan langkah baru dari komunitas global terhadap Rusia.

Rusia Gempur Serangan Ke Ukraina, Zelensky Kecam Serangan Rusia di Kyiv Buat Infrastruktur Sipil Hancur

Institut Kardiologi di ibu kota mengalami kerusakan serius. Selain itu, pabrik roti, pabrik karet otomotif, apartemen, dan infrastruktur sipil lain ikut menjadi sasaran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai tindakan Rusia sebagai “serangan keji” yang tak bisa dibenarkan.

Menurut Zelensky, wilayah lain seperti Zaporizhzhia, Khmelnytskyi, Sumy, Mykolaiv, Chernihiv, dan Odesa turut digempur. Ia menegaskan Ukraina akan membalas guna memaksa jalur diplomasi. “Serangan keji ini terjadi saat Sidang Umum PBB berakhir, inilah cara Rusia menunjukkan posisinya yang sebenarnya,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Zelensky juga mendukung ancaman sanksi lebih keras dari Presiden AS Donald Trump terhadap Rusia. Ia menyerukan sekutu Eropa untuk membatasi impor minyak dan gas Rusia.

“Baca Juga: Trump Desak Turki Hentikan Minyak Rusia dan Bahas F-35”

Trump sendiri baru-baru ini mengubah sikapnya terkait perang. Ia menyatakan yakin Ukraina mampu merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, dengan alasan ekonomi Moskow kini melemah akibat konflik berkepanjangan.

Eskalasi terbaru ini memperlihatkan bahwa perang belum menunjukkan tanda mereda. Dukungan internasional bagi Ukraina menjadi faktor penting dalam menentukan arah konfrontasi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *