trailerrentalsbyowners – Konflik ADOR vs NewJeans, Pengadilan Distrik Pusat Seoul resmi menolak gugatan pembatalan kontrak eksklusif antara agensi ADOR dan grup idola NewJeans. Dalam sidang yang digelar pada 30 Oktober 2025, Divisi Perdata ke-41 membacakan putusan bahwa kontrak tersebut tetap sah dan mengikat secara hukum. Pengadilan menegaskan bahwa perjanjian yang ditandatangani pada 21 April antara ADOR dan NewJeans masih memiliki kekuatan hukum hingga masa berlakunya berakhir.
Dalam pernyataannya, pengadilan menuturkan bahwa tidak ada alasan hukum yang cukup kuat untuk membatalkan kontrak eksklusif tersebut. “Kontrak eksklusif antara penggugat ADOR dan para tergugat NewJeans yang ditandatangani pada 21 April tetap berlaku,” tulis pengadilan dalam putusannya. Selain itu, majelis hakim juga memutuskan bahwa pihak tergugat harus menanggung seluruh biaya perkara yang timbul selama proses hukum berlangsung.
“Baca Juga: Nanobank Syariah Permudah Pembukaan Tabungan Haji Online”
Pengadilan menilai pemecatan Min Hee Jin dari jabatan CEO ADOR tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk membatalkan kontrak NewJeans. Hakim menyatakan bahwa hubungan hukum antara agensi dan artis harus tetap dipisahkan dari permasalahan internal manajemen perusahaan. Putusan ini sekaligus memberikan kepastian hukum bagi grup NewJeans untuk tetap beraktivitas di bawah naungan ADOR hingga tahun 2029. Keputusan tersebut disambut positif oleh berbagai pihak yang menilai langkah pengadilan dapat menjaga stabilitas industri hiburan Korea Selatan, khususnya dalam hal perlindungan hak dan kepastian kerja artis.
NewJeans Ajukan Banding atas Putusan Pengadilan Terkait Kontrak dengan ADOR
Tak lama setelah sidang selesai, pihak hukum NewJeans mengumumkan rencana untuk mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan yang menyatakan kontrak eksklusif antara grup dan ADOR tetap sah. Dalam pernyataan resmi, kuasa hukum NewJeans menegaskan bahwa klien mereka merasa keberatan untuk kembali bekerja di bawah manajemen ADOR karena hilangnya kepercayaan antara kedua pihak. Mereka menilai hubungan profesional yang telah rusak tidak dapat dipulihkan hanya melalui keputusan hukum.
“Kami berharap pengadilan tingkat banding dapat meninjau kembali bukti dan dasar hukum kontrak eksklusif secara menyeluruh serta memberikan keputusan yang adil,” ujar kuasa hukum NewJeans pada Jumat (31/10/2025). Pernyataan tersebut menandai langkah hukum lanjutan yang menunjukkan keseriusan NewJeans dalam memperjuangkan hak dan kenyamanan mereka sebagai artis. Banding ini juga menjadi sorotan publik karena dinilai akan menentukan arah masa depan karier grup tersebut di industri hiburan Korea Selatan.
“Baca Juga: Ahmad Sahroni dan Rekan Bakal Jalani Sidang Etik di MKD”
Akar Konflik ADOR dan NewJeans Berawal dari Perselisihan Internal HYBE
Perselisihan antara ADOR dan NewJeans bermula dari konflik internal antara Min Hee Jin, pendiri sekaligus mantan CEO ADOR, dengan perusahaan induk HYBE Labels. Pada April 2024, HYBE menuduh Min Hee Jin melakukan “upaya pengambilalihan ilegal” terhadap ADOR dan memberhentikannya dari jabatan CEO. Menurut HYBE, Min Hee Jin diduga ingin memisahkan ADOR dari struktur perusahaan dan mengambil alih kendali penuh atas grup NewJeans.
Namun, Min Hee Jin menuduh HYBE melakukan intervensi berlebihan dalam urusan internal ADOR serta meniru konsep NewJeans melalui grup lain di bawah label yang sama. Ketegangan tersebut akhirnya berdampak pada hubungan antara ADOR dan para anggota NewJeans, yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap agensinya. Gugatan yang diajukan oleh NewJeans bertujuan untuk memutus kontrak eksklusif agar mereka dapat berpindah manajemen. Meski demikian, pengadilan memutuskan bahwa kontrak tersebut tetap sah dan berlaku hingga masa berlakunya berakhir.




Leave a Reply