Belgia, Luksemburg, Malta, Monako Akui Palestina Secara Resmi

Belgia, Luksemburg, Malta, Monako Akui Palestina Secara Resmi

trailerrentalsbyowners – Belgia, Luksemburg, dan Malta resmi mengakui Palestina dalam pertemuan puncak di sela Sidang Umum PBB di New York. Langkah ini menambah daftar negara Eropa yang mendukung kenegaraan Palestina di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, menegaskan bahwa pengakuan negaranya bersifat simbolis sebagai sinyal politik dan diplomatik yang kuat. Namun, ia menyatakan pengakuan hukum penuh baru berlaku setelah semua sandera dibebaskan dan Hamas tidak lagi terlibat dalam pemerintahan Palestina. Belgia juga menunda pembukaan kedutaan atau penandatanganan perjanjian formal hingga syarat tersebut terpenuhi.

Sementara itu, Perdana Menteri Luksemburg, Luc Frieden, menyebut langkah negaranya sebagai awal komitmen baru untuk diplomasi, dialog, dan solusi dua negara. Frieden menekankan bahwa keputusan ini tidak dimaksudkan untuk menentang Israel atau rakyatnya, melainkan sebagai dukungan terhadap perdamaian abadi. Menurutnya, solusi dua negara adalah satu-satunya jalan realistis untuk mengakhiri konflik.

“Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sinabang Aceh, Warga Panik”

Perdana Menteri Malta, Robert Abela, menyampaikan kebanggaan negaranya dalam mengukuhkan pengakuan resmi atas Palestina. Ia menegaskan Malta mendukung keberadaan Israel berdampingan dengan Palestina yang demokratis. Namun, Abela menolak peran Hamas dalam kepemimpinan Palestina di masa depan karena dinilai menghambat perdamaian.

Keputusan tiga negara ini memperkuat dukungan internasional terhadap Palestina, meski masih menyisakan syarat dan batasan diplomatik. Langkah ini juga menambah tekanan politik di kancah global agar solusi dua negara benar-benar diwujudkan demi perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Belgia, Luksemburg, Monako dan Negara Barat Lain Resmi Akui Palestina di Tengah Konflik Gaza

Monako menjadi negara terbaru di luar Uni Eropa yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Pangeran Albert II menegaskan dukungan Monako terhadap hak rakyat Palestina untuk memiliki negara yang demokratis dan layak. Namun, ia menambahkan bahwa pengakuan itu tetap mensyaratkan pembebasan sandera serta pelucutan senjata Hamas.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Pangeran Albert II juga menekankan bahwa Monako tetap membela hak Israel untuk hidup di dalam perbatasan yang aman dan diakui. Ia menegaskan posisi negaranya bukan untuk memihak salah satu pihak, melainkan mendorong perdamaian yang adil.

Sebelumnya, Prancis juga secara resmi menyatakan pengakuan terhadap Palestina, mengikuti langkah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. Menurut data PBB, lebih dari 145 negara di dunia kini telah memperluas pengakuan terhadap Palestina sebagai bentuk dukungan atas solusi dua negara.

Pengakuan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat operasi militer Israel di Gaza, yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan lebih dari 250 sandera. Sebagai balasan, serangan Israel di Gaza menewaskan lebih dari 65.000 orang menurut otoritas kesehatan setempat. Sebuah komisi PBB bahkan menuduh Israel melakukan tindakan yang termasuk kategori genosida.

“Baca Juga: Alasan Prabowo Putuskan Naikkan Gaji ASN dan Pejabat Negara”

Israel bereaksi keras terhadap langkah pengakuan ini. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut keputusan negara-negara tersebut sebagai sebuah “sandiwara” dan menegaskan bahwa Israel bersama Amerika Serikat tidak akan ikut serta.

Dinamika ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan internasional bagi Palestina, meski jalan menuju perdamaian masih dipenuhi tantangan politik dan diplomatik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *