Banyuwangi Siapkan Rangkaian Agenda Wisata Sambut BEC 2026
BEC 2026 Hadirkan Parade Budaya dan Beragam Aktivitas Wisata
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah agenda wisata menarik untuk menyambut akhir pekan mendatang. Selain menghadirkan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, pemerintah daerah juga menggelar berbagai kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan hiburan yang dapat dinikmati wisatawan pada 16-19 Juli 2026.
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 menjadi salah satu agenda utama yang dinantikan masyarakat dan wisatawan. Karnaval budaya tersebut memasuki penyelenggaraan tahun ke-13 dan akan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 13.00 WIB.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan rangkaian kegiatan menjelang BEC 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Wisatawan tidak hanya dapat menyaksikan parade budaya, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas kreatif dan produk unggulan daerah.
“Selain BEC ada juga kegiatan lomba lari Sekarkijang Creative Fest (SCF Run) pada 19 Juli dan didukung penuh oleh Bank Indonesia Jember,” ujar Ipuk di Banyuwangi, Minggu.
Festival UMKM dan Kegiatan Kreatif Meriahkan Rangkaian BEC
Salah satu kegiatan pendukung BEC 2026 adalah Festival UMKM yang berlangsung di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi pada 16-19 Juli. Kegiatan ini menghadirkan pameran produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
baca juga: Bupati Ipuk sambut Banyuwangi tuan rumah Geopark Run Series
Festival tersebut juga melibatkan sejumlah daerah sekitar Banyuwangi, seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Kolaborasi antardaerah ini menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Selama festival berlangsung, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari lomba desain motif batik Sekarkijang, Singing Competition, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya. Pada 17 Juli, agenda dilanjutkan dengan Lomba Inovasi Green Campaign, workshop Creative Painting, serta Kids Fashion Show.
Selain pameran dan perlombaan, pemerintah daerah juga menghadirkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat. Wisatawan dapat menikmati stan kuliner dan produk kreatif dari lima kabupaten yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ipuk mengajak masyarakat dan wisatawan untuk memanfaatkan rangkaian acara tersebut sebagai kesempatan mengenal potensi budaya serta produk lokal Banyuwangi dan daerah sekitarnya.
Parade BEC 2026 Angkat Sejarah Perjuangan Banyuwangi
Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung melalui Banyuwangi Ethno Carnival 2026 yang mengambil lokasi start di kawasan Taman Blambangan. Ratusan talenta karnaval akan menampilkan kreativitas seni melalui rute sepanjang sekitar 2 kilometer di jalan protokol Banyuwangi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BEC mengangkat tema “Perang Bayu-The Great War of Blambangan”. Tema tersebut mengangkat kisah perjuangan masyarakat Banyuwangi dalam melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18.
Peristiwa sejarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan terbentuknya Banyuwangi. Melalui pertunjukan kostum etnik dan koreografi kolosal, BEC menghadirkan perpaduan antara nilai sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Setelah menikmati parade BEC pada siang hari, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan wisata budaya melalui pertunjukan “Barong Battle” di Agrowisata Tamansuruh pada malam hari.
Ipuk menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Jember yang terus mendukung berbagai kegiatan di Banyuwangi. Dukungan tersebut tidak hanya melalui kolaborasi Sekarkijang Creative Week dan BEC, tetapi juga program pengembangan UMKM daerah.
Agenda Wisata Perkuat Daya Tarik Banyuwangi
Rangkaian kegiatan BEC 2026 menjadi bagian dari upaya Banyuwangi memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Melalui perpaduan festival, pameran UMKM, serta pertunjukan seni, pemerintah daerah berharap kunjungan wisatawan terus meningkat.
Banyuwangi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur dengan beragam potensi alam dan budaya. Penyelenggaraan agenda berskala besar seperti BEC menjadi sarana promosi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari, wisatawan memiliki banyak pilihan aktivitas untuk menikmati Banyuwangi. Pemerintah daerah berharap agenda tersebut dapat memberikan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan.
baca juga: Gading Marten: IPO RANS Jadi Bukti Industri Kreatif Mampu Berkontribusi bagi Ekonomi




Leave a Reply